Pemisahan agama dari kehidupan (sekuler) membuat segala kebijakan yang ditempuh melahirkan aturan prematur. Tambal sulam akibat lemah dan terbatasnya hukum buatan manusia, sudah terbukti sangat terang benderang. Diperparah dengan sistem ekonomi kapitalis, dimana rakyat hanya menjadi “budak” untuk menggerakkan roda perekonomian.
Pemandangan yang tidak mungkin dibiarkan berlarut-larut. Harus ada effort yang besar dan kuat untuk keluar dari cengkeraman sistem rusak dan merusak ini.
Jangan lagi ada mayat tanpa dosa seperti Dewa.Ataupun kriminalitas lainnya semisal ratusan siswa di Ponorogo yang hamil di luar nikah akibat sistem pergaulan bebas, sebagai imbas dari kebebasan tanpa batas (liberalisme). Sebuah konsekuensi dari penerapan sistem kapitalisme yang diadopsi negeri ini.
Sistem yang Menjaga Jiwa
Jika sistem yang ada saat ini telah nyata kerusakannya, maka harus segera beralih ke sistem yang mampu menyejahterakan manusia dan semua makhluk hidup. Itulah sistem Islam yang telah terbukti secara historis dan empiris selama 1300 tahun. Penerapan sistem Islam yang diemban sebuah negara terbukti mampu menjadi mercusuar peradaban gemilang.
Islam memiliki aturan yang tegas dan detail. Terkait kasus penculikan anak sekaligus pembunuhan adalah termasuk dosa besar. Menghilangkan satu jiwa tanpa alasan (syar’i) sama halnya dia telah membunuh manusia seluruhnya. Banyak dalil yang menjelaskan hal ini.
Sebagaimana dalam QS. Al-Maidah ayat 32, yang artinya:
“Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.
Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.”
Cukuplah satu ayat ini sebagai penegas bahwa sistem Islam adalah sistem yang menjaga jiwa. Berbagai upaya preventif dilakukan negara dalam rangka meriayah rakyat. Mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok individu hingga kebutuhan pokok publik.
Semua dilakukan atas dasar ketakwaan kepada Allah Swt. dan sebagai bukti sempurnanya sistem Islam dalam menjaga seluruh urusan manusia dan makhluk hidup. Insyaallah, dengannya akan tercipta kesejahteraan hidup tanpa batas dan tanpa diskriminasi. (*)
Wallahualam bis Showab.
Penulis: Dr. Suryani Syahrir, ST, MT (Dosen Teknik Sipil dan Pemerhati Sosial)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












