Inilah potret legislasi dalam sistem demokrasi, hanya menjadi alat kepentingan segelintir elit kapitalis untuk mengamankan keuntungannya dengan mengorbankan kemaslahatan publik.
Beda halnya dalam Islam, jaminan pemenuhan seluruh kebutuhan dasar rakyat termasuk kebutuhan sekundernya, baik individu maupun kelompok, merupakan hak seluruh rakyat. Baik muslim maupun non Muslim, kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan. Dan negara dengan sistem Islamnya wajib memenuhi kebutuhan dasar dan sekunder rakyatnya.
Jaminan kebutuhan dasar dan sekunder individu warga negara bisa diwujudkan dengan bekerja bagi pria dewasa yang mampu. Sedangkan anak-anak, wanita dan orangtua, jaminan diberikan oleh pria dewasa yang mampu dan berkewajiban untuk menanggung nafkah mereka.
Dan jika tidak mampu atau tidak ada keluarga yang bisa menanggungnya, maka kerabat atau tetangga dekat yang berkewajiban untuk membantunya. Jika tidak ada negaralah yang berkewajiban untuk menanggungnya. Karena itu negara wajib membuka lapangan pekerjaan bagi seluruh rakyatnya.
Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan bagi warga negara bagi kelompok masyarakat, maka negara berkewajiban untuk menyediakan bagi seluruh rakyatnya dengan gratis. Adapun pembiayaannya bersumber dari seluruh pendapatan negara.
Sedangkan terkait dengan upah buruh, Islam menetapkan bahwa upah buruh tidak diukur dari standar hidup minimum di suatu daerah. Namun, besaran upah sesuai dengan besarnya jasa yang diberikan pekerja, jenis pekerjaan, waktu bekerja dan tempat bekerja. Dengan sistem upah ini, maka tak akan dikenal istilah upah murah. Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga orang, yang akan menjadi musuh-Ku pada hari kiamat: … orang yang mempekerjakan seorang buruh, si buruh memenuhi tugasnya, namun dia tidak memberikan upahnya (yang sesuai).” (HR. Bukhari dan Ibn Majah). Wallahu a’lam. (*)
Penulis: Hamsina Halik (Kontributor Antologi Ngaji Islam Kaffah)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












