Peran Ibu Dalam Kacamata Islam
Dalam Islam ibu memiliki peran yang sangat penting dalam membantu tumbuh kembang anak agar nantinya anak dapat cerdas baik spiritual maupun akademik. Karena ibu merupakan sekolah utama dan pertama bagi anak-anaknya dan teladan yang terdekat, yang darinya anak memperoleh banyak pelajaran. Sebab kecerdasan, kegigihan, dan tingkah laku sang ibu adalah faktor yang berpengaruh kuat bagi masa depan anak.
Sebagaimana kita bisa mengambil contoh sosok perjuangan Ibu Imam asy-Syafi’i yang membesarkan, mendidik, dan memperhatikannya hingga kemudian Muhammad bin Idris asy-Syafi’i menjadi seorang imam besar. Ia mempelajari Al-Qur’an dan berhasil menghafalkannya saat berusia 7 tahun.
Setelah itu, ibunya memperhatikannya agar bisa berkuda dan memanah. Jadilah ia seorang pemanah ulung. 100 anak panah pernah ia muntahkan dari busurnya, tak satu pun meleset dari sasaran.
Selain itu, saat beliau baru berusia 15 tahun, Imam asy-Syafi’i sudah diizinkan Imam Malik untuk berfatwa. Hal itu tentu tidak terlepas dari peranan ibunya yang merupakan seorang muslimah yang cerdas dan pelajar ilmu agama.
Karena itu, ibu memiliki peran yang begitu besar dalam menentukan masa depan anaknya. Begitu pula orang tua yang berusaha keras dalam mendidik anak-anaknya dalam lingkungan ketaatan kepada Allah.
Maka pendidikan yang diberikannya tersebut merupakan pemberian yang berharga bagi anak-anaknya. Sebagaimana dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Al-Hakim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.” (HR. Al Hakim).
Dengan demikian, peran ibu yang ideal akan sulit tercapai dalam kondisi saat ini, jika masih kurangnya sinergi antara peran keluarga, masyarakat dan negara untuk menghasilkan generasi yang unggul.
Namun sesungguhnya semua itu tidaklah sulit kita temukan, jika peran lingkungan keluarga hingga negara saling memberikan dukungan dan memiliki visi misi yang sama dalam membentuk generasi yang berbudi pekerti yang luhur. Wallahu a’lam bi ash-shawab. (*)
Penulis: Fitri Suryani, S.Pd (Freelance Writer)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












