TORAJA UTARA—Perayaan Paskah di Toraja Utara tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga membawa pesan kuat: iman tidak boleh berhenti di altar, melainkan harus hadir menjawab realitas kehidupan.
Hal itu disampaikan Uskup Petrus Boddeng Timang saat memimpin Misa Paskah di Paroki Santa Theresia Rantepao, Minggu (5/4/2026), yang menjadi puncak rangkaian Pekan Suci bagi umat Katolik setempat.
Dalam homilinya, ia menegaskan bahwa Paskah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk menghadirkan nilai iman dalam tindakan nyata, terlebih di tengah dunia yang masih diliputi konflik dan pertikaian.
“Paskah adalah kemenangan kehidupan. Dari penderitaan dan kematian, lahir harapan baru. Tetapi iman itu akan kehilangan makna jika tidak kita hidupi dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia mengingatkan, semangat Pekan Suci harus tercermin dalam sikap saling mencintai, menghormati, dan menjaga harmoni, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Perayaan Misa Paskah di paroki tersebut digelar dalam dua sesi, pagi dan sore hari, dengan diikuti umat yang memadati gereja dalam suasana hening, doa, dan penghayatan mendalam.
Dari dalam gereja, nuansa khusyuk terasa kuat. Umat larut dalam liturgi yang sarat makna, memperingati kebangkitan Yesus Kristus sebagai simbol kemenangan atas kematian dan sumber harapan baru.
Bagi sebagian umat, Paskah tahun ini menjadi titik refleksi pribadi. Ignatius Rantetaruk mengaku mendapatkan kekuatan baru untuk bangkit dari berbagai tantangan hidup.
“Paskah mengajak saya untuk kembali melakukan hal-hal baik yang mungkin sempat terabaikan. Ada harapan baru, meskipun situasi tidak selalu mudah,” ujarnya.
Di tengah kesederhanaan perayaan, pesan kebangkitan terasa nyata—bukan hanya dalam doa, tetapi juga dalam tekad umat untuk menjalani hidup dengan semangat kasih dan damai.
Paskah pun kembali menegaskan pesan lintas zaman: bahwa tidak ada kegelapan yang abadi. Dari iman, lahir harapan, dan dari harapan, tumbuh kekuatan untuk bangkit serta membawa terang bagi sesama. (4nny)














