MAKASSAR – Suasana Masjid Aisyah di kawasan Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Sungai Tangka, Kota Makassar, mendadak gempar setelah seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam toilet masjid, Jumat (24/7/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Ahmad Sashenka Aydin alias Frans (51), warga Jalan Kemauan IV Nomor 19B, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar. Hingga kini, penyebab kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 04.30 Wita oleh rekannya, Ulhaq (34), bersama petugas jaga Rujab Gubernur Sulsel, Baraka Jafar. Keduanya memeriksa toilet masjid karena korban tak kunjung kembali setelah berpamitan beberapa jam sebelumnya.
Sebelumnya, sekitar pukul 01.30 Wita, korban meninggalkan rekannya di tempat penjualan sari laut dengan alasan hendak buang air besar di Masjid Aisyah.
“Korban pamit kepada saya mau buang air besar di Masjid Aisyah Rujab Gubernur Sulsel,” ujar Ulhaq.
Karena korban tidak kunjung kembali, Ulhaq yang datang untuk menunaikan salat Subuh kemudian bersama petugas keamanan memeriksa toilet masjid. Saat pintu dibuka, korban ditemukan tergeletak di belakang pintu dalam kondisi tanpa busana dan sudah tidak bernyawa.
“Saya bersama anggota jaga Rujab Gubernur Sulsel mengecek WC masjid dan menemukan korban tergeletak di belakang pintu WC dalam keadaan telanjang,” katanya.
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Ujung Pandang. Personel kepolisian yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) AKP Amiruddin tiba di lokasi sekitar pukul 06.10 Wita untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dengan memasang garis polisi.
Tim Inafis Polrestabes Makassar kemudian melakukan olah TKP, disusul Tim Forensik Dokpol RS Bhayangkara Makassar yang melakukan pemeriksaan awal sebelum jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses autopsi.
Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Muhammad Yusuf, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Ia mengatakan autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Jenazah sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematiannya,” kata Yusuf.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan tim kedokteran forensik.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tapi kita belum tahu penyebab tewasnya karena apa. Biar Dokpol yang jelaskan nanti,” pungkas Yusuf. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Yusril Irhaz













