JAKARTA—Kinerja sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus menuai apresiasi publik. Hasil survei Litbang Kompas mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) mencapai 71,5 persen, menandakan kepercayaan publik yang tinggi terhadap langkah Kementan menjaga ketahanan pangan nasional.
Peneliti Litbang Kompas Agustina Purwanti menyebut, kepuasan tersebut muncul karena program Kementan dinilai berdampak langsung bagi petani dan masyarakat luas.
“Publik menilai program-program Kementan nyata dan hasilnya bisa dirasakan, seperti peningkatan produksi beras, bantuan sarana pertanian, hingga program Petani Milenial,” ujar Agustina.
Selain itu, tingkat keyakinan masyarakat terhadap kemampuan Kementan dalam meningkatkan kesejahteraan petani mencapai 77 persen.
Dukungan terhadap kebijakan pangan juga terlihat dalam survei nasional Litbang Kompas, dengan 61,5 persen responden menyatakan puas terhadap program ketahanan pangan pemerintah yang mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp130 triliun.
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Lilik Sutiarso, menilai capaian Kementan sejalan dengan tren positif menuju swasembada pangan.
“Produksi beras nasional yang diperkirakan naik hingga 33,19 juta ton pada November dan stok beras mencapai lebih dari 4 juta ton menunjukkan arah yang sangat baik,” jelasnya.
Sementara itu, Mentan Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras nasional kini mencapai 3,8 juta ton dengan tambahan satu juta ton untuk operasi pasar.
“Pangan kita aman, bahkan berlebih. Kita tidak perlu impor beras karena produksi nasional cukup,” tegasnya.
Dengan meningkatnya produksi, stok yang aman, dan kepuasan publik yang tinggi, swasembada pangan kini bukan sekadar target, tapi kenyataan yang semakin dekat. (Y5l/Ag4ys)


















