Beranda » Media Kampus » Rektor Unismuh Terima SK Izin Prodi Farmasi dari Kepala LLDIKTI Sulawesi
Rektor Unismuh Terima SK Izin Prodi Farmasi dari Kepala LLDIKTI Sulawesi
Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE,MM menandatangani naskah berita acara penerimaan SK Izin Pembukaan Prodi Farmasi Program Sarjana Unismuh Makassar, disaksikan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin M.Si,. Turut hadir Rektor UKI Paulus Makassar, Dr Agus Salim, SH,MH, Senin 12 Agustus 2019. (foto: nasrullah)
Media Kampus

Rektor Unismuh Terima SK Izin Prodi Farmasi dari Kepala LLDIKTI Sulawesi

Prof Jas: Inilah izin Prodi Farmasi terakhir di Indonesia yang Diberikan kepada Unismuh Makassar.

MAKASSAR – Rektor Univeritas Muhammadiyah Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM, resmi menerima SK Izin Pembukaan Program Studi Farmasi Program Sarjana Unismuh Makassar dari Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr H Jasruddin, M.Si, Senin (12/8/2019).

Penyerahan SK Izin Pembukaan Prodi Farmasi Unismuh Makassar berlangsung di ruang kerja Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi, Jl. Bung Makassar disaksikan, Sekretaris LLDIKTI Wilayah IX, Andi Muhammad Amir SH MH dan Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Munawir Sadzali Razak, S.IP, MA, turut pula disaksikan Rektor UKI Paulus Makassar, Dr Agus Salim SH MH.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr H Jasruddin, M.Si, dalam acara penyerahan SK Isin Pembukaan Prodi Farmasi Progam Sarjana Unismuh Makassar mengatakan, Unismuh Makassar patut bersyukur karena izin pembukaan prodi Farmasi Unismuh Makassar adalah yang terakhir di seluruh Indonesia. Maka sudah tidak ada lagi prodi Farmasi baru akan dibuka seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Rektor Unismuh Terima SK Izin Pembukaan Prodi Farmasi dari Kepala LLDIKTI Sulawesi
Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM menerima SK Izin Pembukaan Prodi Farmasi Program Sarjana Unismuh Makassar dari Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, di Ruang Kerja Kepala LLDIKTI Wilayah IX. Sulawesi, Senin 12 Agustus 2019. (foto: nasrullah)

“Inilah prodi Farmasi yang terakhir di Indonesia yang diberikan kepada Unismuh Makassar. Karena begitu izin ini keluar turun moratorium. Sehingga tidak ada lagi prodi farmasi yang dibuka setelah izin ini turun. Dan Unismuh Makassar boleh dibilang sangat beruntung,” ujar Prof Jas.

Dikesempatan tersebut, Prof Jas juga mendorong kepada perguruan tinggi tentu dalam hal ini Unismuh Makassar untuk membuka prodi baru sebanyak-banyaknya. Ini untuk mengantisipasi adanya pentutupan prodi yang sudah tidak aktif lagi. Selain itu pula dengan menambah prodi bisa menaikkan APK.

“Soal penyediaan SDM, tidak perlu susah-susah, kalau ada doktor yang sudah mau pensiun diterima saja jadi dosen untuk kemudian diuruskan NIDK-nya,” jelasnya.

Setelah itu, katanya lagi, dibuatkan perjanjian antara yang bersangkutan dengan perguruan tinggi agar dikemudian hari tidak terjadi masalah.

“Bila mana prodi tersebut tidak aktif lagi maka bersangkutan tidak menuntut ke perguruan tinggi tersebut, tetapi jika prodi masih aktif maka dosen tersebut tetap dimanfaatkan,” tambahnya.

Rektor Unismuh Prof Rahman Rahim, SE,MM merespon masukan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi tentang upaya pembukaan prodi baru.

Prof Rahman, beralasan karena tidak tertutup kemungkinan dalam jangka waktu panjang kedepan beberapa prodi di Unismuh mungkin sudah tidak banyak lagi diminati masyarakat sehingga harus ditutup maka untuk mengantiipasinya adalah dengan membuka prodi-prodi baru.

Rektor juga berterimakasih kepada Kepala LLDIKTI Wilayah IX atas masukan dan bimbingannya selama ini, dan Unismuh akan tetap dan komitmen untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh upaya yang bisa mendorong kelancaran dan peningkatan kualitas proses akademik di Unismuh Makassar. (ulla-yahya/c/shar)