Tim U-turn Dishub Tetap Konsisten Tertibkan Pengatur Lalulintas Ilegal
Tim u-turn Dinas Perhubungan Sulsel tetap eksis turun ke jalan melakukan penertiban "Pak Ogah" atau pengatur lalu lintas ilegal, Senin (30/8/2021).

MAKASSAR—Tim u-turn Dinas Perhubungan Sulsel tetap eksis turun ke jalan melakukan penertiban “Pak Ogah” atau pengatur lalu lintas ilegal, Senin (30/8/2021).

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel, Abdul Azis Bennu menjelaskan, pihaknya menerjunkan masing-masing dua orang per shift di lima u-turn di tiga jalan protokol yakni Jl. Urip Sumoharjo dan Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Andi Pangerang Pettarani, serta jalan lainnya bila dibutuhkan.

“Kami menerjunkan aparat untuk melakukan penertiban Pak Ogah di sejumlah pembelokan jalan atau u-turn di tiga jalan protokol yang selalu padat kendaraan,” ungkap Azis.

Dia melanjutkan, penertiban “Pak Ogah” ini secara intens dilakukan karena warga khususnya para pengguna jalan kerap mengeluhkan kehadiran mereka.

“Mereka mengganggu para pengguna jalan, membuat pengendara tidak nyaman. Selain itu, kerap terjadi kemacetan di titik-titik dimana para Pak Ogah ini beraksi,” jelas Azis.

 

Tim U-turn Dishub Tetap Konsisten Tertibkan Pengatur Lalulintas Ilegal
Tim u-turn Dinas Perhubungan Sulsel tetap eksis turun ke jalan melakukan penertiban “Pak Ogah” atau pengatur lalu lintas ilegal, Senin (30/8/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Muh Arafah mengemukakan, pihaknya akan terus melakukan penertiban agar para pengendara bermotor senantiasa merasa aman dan nyaman.

“Jadi setiap petugas digilir secara rutin tiap dua hari, ini dimaksudkan agar tdk terjadi kejenuhan tugas dan sebagainya,” kata Arafah.

Diapun mengimbau kepada para pengguna jalan untuk tidak memanfaatkan jasa Pak Ogah dan tidak memberi uang kepada mereka saat beraksi.

Alasannya, hal itu akan memberi peluang kepada mereka untuk terus menjalankan aksinya. Apalagi jika merasa pendapatan dari menjadi penyeberang jalan ilegal cukup lumayan.

“Kalau pengendara tidak memberi uang ke mereka, otomatis mereka akan hilang dengan sendirinya. Tapi kalau dikasih uang, mereka akan tambah semangat menjalankan aksinya,” tandas Muh Arafah. (*)