MEDIASULSEL.com,- Ikon baru kota Parepare yang diresmikan bertepatan dengan ulang tahun ke 57 kota Parepare, Tonrangeng River Side, dinilai tidak aman oleh Ketua DPD Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Sulawesi Selatan, Ambang Ardi.
Penilaian itu disampaikan setelah, Ghembonk, panggilan akrab Ambang mengalami musibah terperosok dalam selokan tanpa penutup yang berada dikawasan TRS dekat warung saraba, saat dia bersama keluarganya untuk kali pertama mencoba menikmati obyek wisata pinggir sungai, Sabtu (11/3) malam.
“Pemerintah sangat ceroboh membiarkan selokan dalam keadaan terbuka di lokasi yang cukup gelap, sementara belakangan ini, apalagi saat malam minggu banyak didatangi wisatawan,” ungkap Ghembonk saat dijenguk crew mediasulsel.com di rumahnya.
Ghembonk yang menderita luka di betis kiri, siku kiri dan tulang telapak kaki kanannya bergeser dari tempatnya itu menuturkan, bahwa Sabtu malam dia beserta keluarganya memang sengaja menuju Parepare untuk menikmati Keindahan TRS, namun baru beberapa menit berada di lokasi itu, musibah terjadi, sehingga pemimpin redaksi mediasulsel.com harus diralikan dari tempat tersebut untuk menjalani perawatan.
Menurut salah seorang warga Tonrangeng, Amiruddin, yang menemani Ghembonk dan keluarga kembali ke Makassar, bahwa kejadian korban terperosok di tempat itu bukanlah kali pertama, namun menurutnya sudah ada beberapa terperosok di selokan selebar kurang lebih 1 meter dengan kedalaman sekitar 1,5 Meter, serta membelah sepanjang anjungan.
“Ini sebenarnya bukan kejadian pertama, tapi sudah ada beberapa orang yang terjatuh di tempat itu, tapi saya juga tidak tahu sudah ada laporan ke pemerintah atau belum,” ungkap Ami, yang juga merupakan kakak Ipar Ghembonk.
Meski hingga Minggu malam (12/3/2017), masih belum bisa memfungsikan kaki kanannya untuk berjalan, namun Ghembonk mengaku tidak akan menuntut apa-apa kepada Pemerintah Parepare, kecuali berharap pemerintah segera memperbaiki selokan tersebut, sehingga tidak akan jatuh korban lagi.
“Semoga saya merupakan korban terakhir, untuk itu saya berharap pemerintah Kota Parepare segera menutup selokan itu, atau setidaknya memberikan penerangan yang cukup serta rambu-rambu yang jelas,” tegas Ghembonk. (4ld/D3ny)













