JENEPONTO—Viral di media sosial Facebook dan WhatsApp, Kepala Inspektorat, Maskur diduga mengarahkan ke salah satu bakal calon untuk kepentingan politik di Pilkada Jeneponto.
Hal ini dibagikan oleh satu akun Facebook bernama Panglima Turatea sebagai surat terbuka kepada Pj Bupati Jeneponto dan postingan ini ikut pula dibagikan sejumlah anggota grup di WhatsApp.
Dalam postingan itu dinyatakan kalau Kepala Inspektorat, Maskur diduga tidak netral di Pilkada yang mana ia diduga mengarahkan ASN, Kepala Desa, para Kepala Sekolah, Kasi, Kabid, dan Kadis, untuk mendukung salah satu bakal calon tertentu.
Terkait hal tersebut, Kepala Inspektorat, Maskur membantah tudingan akun Facebook yang menyebut dirinya tak netral dan menganggap kalau saat ini belum memasuki tahapan Pilkada dan belum juga calon Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto.
“Saya melihat pada prinsipnya sampai sekarang belum ada calon, kita tidak tahu siapa yang pegang partai politik yang cukup partai politiknya dari sekian yang kita sebut-sebut kalau ini akan maju, Inspektur (Maskur) juga bisa maju untuk jadi Calon Bupati itu tidak menutup kemungkinan,” kata Maskur, di ruang kerja, Jumat (17/5/2024).
“Sekarang ini kan belum ada tahapan Pilkada, yang betul berpihak itu setelah ada tahapan dan dia sudah mendorong orang bahwa anda berpihak ke sana (calon) itu yang salah. Sekarang ini di mana letak kesalahannya, kalau dikatakan berpihak ke sana, kalau kita ketemu bekas pimpinan misalnya apakah saya salah?,” kata Maskur.
Menurutnya, nanti dikatakan itu salah ketika memaksakan kehendak kepada orang lain untuk memilih salah satu calon Bupati.
“Yang salah adalah ketika memaksakan kehendak orang lain untuk memilih salah satu pasangan calon. Sampai sekarang ini saya tidak pernah mengintervensi, tidak. Sehingga, untuk bahasa dipaksakan tidak ada,” jelasnya.
Lanjut Maskur, jangan melihat saat proses awalnya akan tetapi lihatlah saat memasuki proses tahapan Pilkada.
“Jangan dilihat pada proses awal, tapi lihat pada proses masuk tahapan. Kalau proses masuk di tahapan, dia menyampaikan ini, hanya pada satu kubu dimasuki, itu baru salah,” tuturnya.
“Kalau sudah mendaftarkan dirinya masuk di KPU itu baru calon, sekarang ini belum ada, semua masih cari kendaraan politik, tidak adapi siapa berpasangan siapa. Sudah cukupmi kursinya?, masih tanda tanya ini,” tandasnya. (*)














