Warga Camba Berua Tolak Perpanjangan Kontrak Tower BTS

MAKASSAR – Warga kelurahan Camba Barua, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, menolak perpanjangan kontrak tower Base Transceiver Station (BTS) yang berdiri di atas rumah H. Hamid, warga Jl. Sabutung Baru Raya No. 9, RT. 01/ RW. 02, kelurahan Camba Barua.

Kepada mediasulsel.com, salah satu warga yang tinggal tepat di sebelah bangunan tower dan mengaku bernama Nenek Mani (80), menyampaikan bahwa sepengatahuan dia, kontrak BTS tersebut hanya selama 5 tahun dan telah berakhir sejak bulan oktober 2017 lalu.

“Tower ini telah ada sejak 5 tahun lalu, sesuai surat perjanjian warga setempat dengan pihak yang tertera di surat itu, telah habis masa kontraknya sejak oktober 2017 silam. Warga pun juga sudah keberatan karena masa kontak telah habis,” ungkap Nenek Mani kepada mediasulsel,com, Kamis (17/5/2018).

Ironisnya meski belum memperoleh izin tetangga sebagaimana diatur dalam Perwali kota Makassar No. 33 tahun 2015, namun saat ini telah dibangun satu tower tambahan di lokasi tersebut berdampingan dengan tower terdahulu.

Kejadian itu tentu saja memancing reaksi warga, bahkan hingga saat berita ini diturunkan Hasna yang merupakan anak dari nenek Jadi mengaku telah berhasil mengumpulkan KTP beserta KK warga setempat yang menyatakan menentang pembangunan tower BTS tersebut.

Bahkan menurut Hasnah, pihaknya telah juga menyurat kepada Wali kota Makassar, Kepala Dinas Infokom Kota Makassar, Kepala Dinas Tata Ruang Makassar dan kepala Dinas PTSP Makassar, perihal keberatan warga atas pembangunan tower BTS yang berlokasi di Jl Sabutung Baru Raya tersebut.

Dalam suratnya tersebut, warga meminta kepada pemerintah Makassar untuk menghentikan pembangunan menara BTS tersebut dan menurunkan Tower menara yang sudah terpasang, karena tidak memiliki izin tetangga, serta tidak layak beroperasi karena dianggap telah membodoh-bodohi warga, dengan menggunakan izin yang seharusnya telah berakhir oktober tahun lalu, namun masih terus berlanjut hingga saat ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM–PTSP) Makassar, A. Bukti Djufrie menjelaskan, bahwa izin pembangunan tower BTS dipersyaratkan wajib mengantongi izin tetangga terdekat, dan jika tidak ada, maka pembangunan tower menara BTS itu dihentikan dan towernya diturunkan.

Diketahui, berdasarkan penelusuran Mediasulsel.com saat pembangunan tower yang terletak di Jl. Sabutung Baru Raya No. 9, kelurahan Camba Barua merupakan milik dari PT. Tri, yang kemudian telah dipindahtangankan kepemilikannya kepada PT. Protelindo. Sebagaimana dibenarkan oleh Pimpinan PT. Tri, La Ode, kontraknya telah berakhir di tahun 2017 lalu. (7on/464ys)

0 Comments

Komentar Anda

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register