Beranda » Daerah » Warga Tondong Tallasa Terisolir Akses Telekomunikasi
Daerah

Warga Tondong Tallasa Terisolir Akses Telekomunikasi

PANGKEP – Sejumlah warga di Desa Lanne, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulsel berharap dibangun jaringan telepon seluler.  Pasalnya, belum adanya jaringan membuat beberapa desa itu terisolir akses telekomunikasi.

Harapan ini dititipkan warga agar pemerintah bersama anggota DPRD Pangkajene Kepulauan dapat menfasilitasi upaya pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di wilayah kecamatan yang didiami 9.839 penduduk itu.

Camat Tondong Tallasa, Irfan A. Makmur mengatakan keberadaan BTS ini akan berdampak positif pada peningkatan sumber pendapatan masyarakat dengan terciptanya kemudahan dalam proses distribusi dan pemasaran komoditas hasil pertanian dan perkebunan warga setempat.

Warga Tondong Tallasa Terisolasir Akses Telekomunikasi
Camat Tondong Tallasa, Irfan A. Makmur

“Masyarakat berharap, PT. Telkomsel dapat ‘melebarkan sayap’ perusahaan melalui kegiatan pembangunan tower di daerah lumbung beras dan penghasil kacang tanah tersebut. Pembangunan tower diharapkan akan memacu peningkatan taraf perekonomian para petani semisal; beras, kacang tanah, jeruk, kelapa, buah tala, pisang, mangga, serta komoditas bambu dari  Kecamatan Tondong Tallasa,” jelas Irfan, Selasa (1/8/2017)

Irfan mengungkapkan, bahwa selama ini warganya sangat kesulitan berkomunikasi, karena tidak ada jaringan. Pembangunan tower PT. Telkomsel di Desa Lanne akan membuka kesan keterisoliran dan ketertinggalan yang selama bertahun-tahun ‘menyelimuti’ aktivitas keseharian serta kehidupan warga.

Kesenjangan sosial di tengah kehidupan masyarakat diharapkan akan terhapus satu persatu dari deretan predikat negatif yang telah sekian lama melekat pada nama Desa Lanne.

Desakan pembangunan tower ini kata Irfan A. Makmur merupakan aspirasi langsung masyarakat petani tanpa disertai tendensi dan ataupun kepentingan-kepentingan lain yang bersentuhan dengan politik praktis.

Keberadaan akses telekomunikasi di desa mereka akan berpengaruh keberlangsungan kehidupan ekonomi masyarakat petani yang salah satunya cukup ditandai oleh semakin meluasnya jaringan pangsa pasar.

“Hasil produksi komoditas pertanian yang bersumber dari Desa Lanne akan lebih mudah untuk dipasarkan bahkan dijual secara online dengan menggunakan berbagai fitur dan berbagai bentuk aplikasi sosial media ke luar daerah,” ujarnya.

Dia optimis kondisi yang jauh lebih sempurna akan tercipta seiring dengan perkembangan teknologi internet yang ‘ditularkan’ melalui rangkaian proyek pembangunan jaringan selular.

Camat Tondong Tallasa meyakini jika para petani di wilayahnya akan mampu menjadi penyangga kebutuhan beras nasional. Terutama untuk menutupi suplay beras di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. (*/shar)

Citizen: fadly syarif