PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • Munafri Minta Pengembangan Perumahan Makassar Diikuti Sekolah dan Puskesmas • Menaker Ungkap Isi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di DPR • Ketika Gelar Tak Menjamin Masa Depan • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SK PLT Pengkot TI Kendari Dipersoalkan, Pelatih Desak Pengprov TI Sultra Bertindak • Munafri Minta Pengembangan Perumahan Makassar Diikuti Sekolah dan Puskesmas • Menaker Ungkap Isi RUU Pelindungan Ketenagakerjaan di DPR • Ketika Gelar Tak Menjamin Masa Depan • TP PKK Makassar Bentuk Koperasi, Bidik Pasar Produk UMKM Kader • Setahun Menjabat, Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah Makassar •
Jeneponto

Jelang Idul Adha, Ada Peningkatan Intensitas Bongkar Muat Hewan Ternak di Pelabuhan Jeneponto

1228
×

Jelang Idul Adha, Ada Peningkatan Intensitas Bongkar Muat Hewan Ternak di Pelabuhan Jeneponto

Sebarkan artikel ini
Pelabuhan Jeneponto
Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Kelas III Jeneponto, Moh. Nasir Radjab. (Mediasulsel.com/Kahar Sese)

JENEPONTO—Menjelang hari raya Idul Adha 1444 H pada 28-29 Juni 2023, ada peningkatan intensitas bongkar muat khususnya hewan ternak di Pelabuhan Jeneponto, Desa Bungeng, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto.

Hal ini menurut Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Kelas III Jeneponto, Moh. Nasir Radjab, S.Si.T., M.M Tr, bahwa kapal yang masuk itu sehari bisa dua sampai tiga kali.

“Ada peningkatan intensitas kapal yang masuk di Pelabuhan Jeneponto di Bungeng, Sahari bisa masuk dua ataupun tiga kapal,” kata Moh. Nasir Radjab di Kantornya, di Pelabuhan Jeneponto, Kamis (22/6/2023),

Menurut Moh. Nasir Radjab bahwa kapasitas muatan kapal bisa memuat 60 sampai 90 hewan jenis sapi, kerbau, ataupun kuda.

Ia mengaku, sebelum masuk di pelabuhan Jeneponto ini, terlebih dahulu hewan ternak itu sudah disterilkan di tempat asal pengirimannya.

“Sebelum masuk di pelabuhan ini untuk bongkar, itu sudah disterilkan di daerah asalnya. Ada tanda-tanda bahwa tidak ada penyakit yang dibawah ke sini,” ujarnya.

Moh. Nasir Radjab mengungkapkan, jelang Idul Adha jenis hewan qurban khususnya sapi itu kebanyakan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jenis sapi qurban itu dikirim dari luar daerah yaitu pelabuhan NTT untuk bongkar, tapi untuk pengirimannya dari sini nggak ada, kayaknya pelabuhan penerima aja,” ungkapnya.

Menjelang hari raya Idul Adha, pihaknya mengaku intens melakukan kordinasi dengan pihak karantina pertanian wilayah kerja (Wilker) yang ada di sekitar pelabuhan Jeneponto di Desa Bungeng.

“Kita harus tetap kordinasi sama karantina dan pemerintah setempat. Pasalnya, ada timnya di sini ada bagian pengawas, ada karantina yang menyemprot disinfektan takutnya ada penyakit mulut dan kuku (PMK). Semuanya berjalan aman dan lancar,” kata Moh. Nasir Radjab.

Karantina Pertanian Makassar
Paramedik Karantina Hewan Terampil, Abd. Rahman Masteng. (Mediasulsel.com/Kahar Sese)

Terpisah, Paramedik Karantina Hewan Terampil, UPT Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Wilayah Kerja (Wilker) Jeneponto, Abd. Rahman Masteng menjelaskan standar operasional prosedur (SOP) terhadap ternak yang masuk ke pelabuhan Jeneponto.

“Pertama, kami melakukan pemeriksaan dokumen dari daerah asal, dokumen kesehatan karantina disertai dokumen persyaratannya. Apabila lengkap, kami melakukan disinfeksi untuk karantina maksimal terkait penyakit PMK yang sekarang lagi marak,” tutur Abd. Rahman.

Selanjutnya, katanya, apabila selesai dilakukan disinfeksi maka diperbolehkan untuk dilakukan pembongkaran muatan kapal.

“Ada dua daerah asal yaitu NTT dan NTB. Kalau dari NTT karena sudah masuk zona merah PMK sehingga petugas dari daerah asal melakukan vaksinasi, setelah vaksinasi maka diertek,” jelasnya.

Sedangkan, yang masuk dari NTT menurut Abd. Rahman, bahwa dipastikan muatan ternak yang turun itu sudah terertek untuk jenis kerbau dan sapi, kalau kuda tidak masuk.

“Dari NTT itu masih zona hijau, sesuai dengan ketentuannya ternak itu belum divaksin dari sana, sehingga kami lanjutkan informasi ke satuan tugas PMK,” tutupnya. (*)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com