MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024 untuk pembenahan 17 sekolah di Kota Makassar ke Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).
Upaya ini dilakukan menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Helmy Budiman mengatakan, untuk membantu agar sekolah tetap dibenahi dengan kondisi APBD yang terbatas. Pihaknyapun meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar untuk menyusun perencanaan untuk diusulkan ke Kementerian Pendidikan.
“Kita terus berupaya supaya tidak terlalu banyak anggaran APBD yang terbebani. Kita minta Disdik susun perencanaan untuk diusulkan ke pusat melalui DAK,” ujar Helmi, belum lama ini.
Helmy mengakui, alokasi anggaran untuk sekolah-sekolah memang masih minim, hanya saja kata dia Pemkot akan terus berupaya untuk menaikkan atau menambah alokasi untuk belanja fisik.
“Entah itu dinas PU, Dinas Pendidikan atau Dinas Kesehatan. Memang ketiga dinas ini menjadi perhatian atau menjadi prioritas dari pusat,” katanya.
Untuk diketahui belakangan ini sejumlah bangunan sekolah menjadi sorotan masyarakat, diantaranya tembok sekolah di SDN Inpres Banta-bantaeng I salah satunya yang hampir roboh. Kondisi sekolah SD ini dinilai mencerminkan sekolah-sekolah yang ada di Kota Makassar.
Banyak sekolah yang fasilitas belajar mengajarnya dinilai sudah harus dilakukan peremajaan. Helmy mengatakan, dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memang Dinas Pendidikan yang paling besar anggarannya.
Anggaran di Dinas Pendidikan Tahun 2023 mencapai Rp1 triliun, hanya saja alokasi untuk infrastruktur sekolah hanya sekira Rp30 miliar. Anggaran di Dinas Pendidikan masih didominasi untuk pembayaran tenaga guru.
“Terbanyak anggarannya yaitu dinas pendidikan cuman memang dari total anggaran Rp1 triliun itu yang sudah kita serahkan ke Dinas Pendidikan masih lebih banyak digunakan untuk penyediaan guru” tukas Helmy. (*/4dv)













