JENEPONTO—Camat Bangkala, Uud Panca, S.Sos., M.M., menyatakan komitmennya menjalankan visi, misi, dan program Pemerintah Kabupaten Jeneponto di bawah kepemimpinan Bupati Paris Yasir dan Wakil Bupati Islam Iskandar melalui brand Ta’muri dan program Pajokka di wilayahnya.
Komitmen itu diwujudkan melalui penerapan brand Ta’muri (tertata, mudah, ringkas, dan bahagia) serta program Pajokka (pelayanan jemput bola ka’ karaeng) yang telah disosialisasikan di Kecamatan Bangkala, daerah kelahiran Bupati Jeneponto, Paris Yasir.
“Ta’muri adalah brand kita kayak visi kita di Kecamatan Bangkala,” kata Uud Panca yang akrab disapa Karaeng Sila (Karsil).
Ia menjelaskan, brand tersebut berjalan seiring dengan program Pajokka sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kenapa bisa Ta’muri karena ada Pajokka yaitu program ibaratnya misi kita, guna mendekatkan pelayanan di semua desa dan kelurahan di Kecamatan Bangkala,” ujarnya.
Menurutnya, tahap awal program difokuskan pada pelayanan administrasi kependudukan melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jeneponto.
“Khususnya untuk sementara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan sudah melakukan perjanjian kerjasama (MoU). Jadi, sudahmaki tanda tangan di depannya pak Bupati, antara saya dengan Kadis Dukcapil,” jelasnya.
Ia mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan memudahkan warga memperoleh dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor Disdukcapil.

“Cukup warga mendaftar di desa saja, setelah itu pulang ke rumah menunggu hasil nanti aparat desa yang akan mengantarkan dokumen kependudukan warga tersebut,” paparnya.
Uud Panca juga menegaskan pelayanan administrasi kependudukan di Kecamatan Bangkala tidak dipungut biaya.
“Terkait dokumen kependudukan ini, saya tegaskan ke para kepala desa dan lurah bahwa ini adalah pelayanan gratis, jangan sampai ada yang bayar,” tegasnya.
Ia mengingatkan aparat desa dan kelurahan agar tidak melakukan pungutan liar dalam pelayanan tersebut.
“Kalau ada yang bayar saya dengar maka Siltap desa ini saya tahan. Untuk apa saya tanda tangani Siltap jikalau sudah ada didapat dari warga,” ujarnya.
“Itu adalah ancaman saya bagi desa dan kelurahan yang berani melakukan pungutan liar di Kecamatan Bangkala,” lanjutnya.
Menurut dia, program Pajokka telah berjalan sekitar satu bulan dengan capaian pencetakan dokumen kependudukan rata-rata 60 hingga 100 dokumen per hari di Kecamatan Bangkala yang mencakup empat kelurahan dan 10 desa.
“Program Pajokka sudah berjalan lancar hanya saja kita butuh lebih banyak sosialisasi lagi ke masyarakat,” katanya.
Ia mengaku masih menemukan warga yang datang langsung ke kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen kependudukan.
“Masih ada saya dengar warga Kecamatan Bangkala ke Disdukcapil mengurus administrasi kependudukan,” ujarnya.
Uud Panca berharap masyarakat memanfaatkan layanan yang tersedia di kecamatan.
“Kalau saya maunya janganmaki naik ke Disdukcapil, di sinimaki saja (Kecamatan Bangkala),” tuturnya.
Ia menjelaskan, warga hanya perlu datang ke Disdukcapil untuk keperluan tertentu seperti perekaman data.
“Nanti paki naik ke Disdukcapil seumpama mau perekaman karena mau difoto, ketika ada perekaman keliling di Kecamatan Bangkala bolehlah,” jelasnya.
Ia mengaku memiliki tanggung jawab moral menghadirkan pelayanan maksimal di Kecamatan Bangkala sebagai daerah kelahiran Bupati Jeneponto.
“Tentu kita malu ketika pelayanan kita standar seperti dengan kecamatan lain karena pak Bupati adalah orang Bangkala,” ungkapnya.
Uud Panca menilai pelayanan publik di wilayahnya harus mampu meninggalkan jejak yang berarti.
“Kita ini mengejar sejarah, sejarah itu mahal dan tidak cocok untuk orang murahan,” ujarnya.
Ia menyebut dirinya sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam menjalankan program kepala daerah.
“Makanya, saya harus membuat sejarah juga di Bangkala dalam membantu tugas-tugas dari pak Bupati,” katanya.
“Saya ini perpanjangan tangan dari pak Bupati untuk mensukseskan visi misinya,” lanjutnya.
Uud Panca menambahkan, program Pajokka memberi dampak positif terhadap pelayanan dan kepercayaan masyarakat.
“Nilai plusnya yaitu kepercayaan publik terhadap pemerintah Kecamatan Bangkala sampai ke desa-desa sudah meningkat insya Allah,” terangnya.
Ia mengatakan program tersebut memberi kepuasan bagi aparat yang terlibat.
“Ada sesuatu kepuasan tersendiri yang kita rasakan baik itu saya, maupun aparat desa dan kelurahan yang terlibat dalam program Pajokka ini merasakan kepuasan dan mereka merasa bermanfaat untuk orang banyak,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut menjadi warisan pelayanan publik di masa depan.
“Program Pajokka ini adalah warisan untuk anak cucu kita karena ini tidak ada habisnya seperti harta benda tentu akan habis,” pungkasnya. (*)














