SIDRAP – Keluhan soal jalan rusak, kebutuhan air irigasi, hingga pengembangan komoditas kopi mendominasi dialog antara Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan masyarakat Desa Tana Toro, Kecamatan Pitu Riase, Sabtu (13/6/2026) malam.
Dialog yang berlangsung dalam program Bermalam di Desa itu menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi kepada Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, beserta jajaran pemerintah daerah.
Di hadapan Bupati, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, anggota DPRD Dapil IV, Forkopimcam, para kepala desa, dan pejabat Pemkab Sidrap, masyarakat menyuarakan kebutuhan mendesak di sektor pertanian dan infrastruktur yang dinilai menjadi penopang utama perekonomian warga.
Akses jalan menjadi salah satu isu yang paling banyak mendapat sorotan. Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat sekaligus akses distribusi hasil pertanian dari wilayah pegunungan Pitu Riase.
Menanggapi hal tersebut, Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah karena memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Perbaikan jalan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan perekonomian warga. Infrastruktur yang baik akan memudahkan akses hasil pertanian dan meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujar Syaharuddin.
Selain infrastruktur, aspirasi terkait ketersediaan air irigasi dan pengembangan sektor perkebunan juga mendapat perhatian. Pemerintah daerah, kata Syaharuddin, berkomitmen menyesuaikan berbagai program bantuan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk mendorong pengembangan kopi yang memiliki potensi besar di kawasan Pitu Riase.
Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse, menilai program Bermalam di Desa menjadi cara efektif untuk menyerap aspirasi warga secara langsung sekaligus memastikan kebijakan yang diambil pemerintah sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Dialog berlangsung interaktif hingga malam hari dengan berbagai masukan dari masyarakat. Melalui program tersebut, Pemkab Sidrap berharap pembangunan di wilayah pegunungan dan daerah terpencil dapat berjalan lebih merata, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong kesejahteraan warga. (4dy/4dv)













