BONE — Temuan skrining kesehatan di Desa Mattampae, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, menunjukkan tingginya risiko hipertensi di tengah masyarakat. Dari 10 warga yang menjalani pemeriksaan tekanan darah, tujuh di antaranya teridentifikasi mengalami hipertensi.
Temuan tersebut menjadi dasar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Gelombang 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalankan program “SIAGA: Sadar, Identifikasi, Atur Gaya Hidup Sehat, Atasi Hipertensi” di Desa Mattampae, pertengahan Juli 2026.
Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com, Minggu (16/8/2026), program tersebut merupakan bagian dari rangkaian KKN Profesi Kesehatan Unhas sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Penanggung jawab program, Aisyah Khumairah, mengatakan kegiatan SIAGA disusun setelah mahasiswa menemukan masih banyak warga yang belum memahami risiko tekanan darah tinggi saat membantu pelayanan Posyandu di Desa Mattampae pada Selasa (8/7/2026).
“Berdasarkan hasil skrining yang kami lakukan, masih banyak masyarakat yang memiliki tekanan darah tinggi tetapi belum memahami bahaya maupun cara mengendalikannya. Melalui program SIAGA, kami berharap masyarakat dapat lebih sadar untuk rutin memeriksa tekanan darah dan menerapkan pola hidup sehat agar risiko komplikasi dapat dicegah,” ujar Aisyah.
Edukasi dilakukan secara interaktif. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan pembagian leaflet dan penyampaian materi mengenai hipertensi.
Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, langkah pencegahan hingga penanganan awal hipertensi. Peserta juga diberi kesempatan berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kondisi kesehatan yang mereka alami sehari-hari.
Setelah sesi edukasi dan diskusi, peserta kembali mengerjakan post-test. Tahapan tersebut dilakukan untuk melihat peningkatan pemahaman masyarakat setelah memperoleh materi mengenai hipertensi.
Sekretaris Desa Mattampae, Muhammad Rusli, S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas. Menurutnya, edukasi kesehatan seperti SIAGA dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh adik-adik mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat karena dapat menambah pengetahuan tentang hipertensi dan mendorong warga untuk lebih rutin memeriksakan kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat,” ujar Muhammad Rusli.
Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap program SIAGA tidak berhenti pada kegiatan edukasi. Masyarakat diharapkan membangun kebiasaan memeriksa tekanan darah secara rutin, mengenali faktor risiko hipertensi, serta menerapkan pola hidup sehat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan deteksi dini sekaligus menekan risiko komplikasi penyakit kardiovaskular di Desa Mattampae. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Aisyah Khumairah (Mahasiswa Kedokteran Unhas)













