LUWU TIMUR — Persoalan sampah rumah tangga mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan solusi sederhana di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur.
Melalui program kerja individu, Farrel Gavra Payung, mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan Unhas , membuat Rocket Stove berbahan hebel yang dirancang sebagai alternatif pembakaran sampah dengan asap yang lebih minim.
Menurut keterangan tertulis yang diterima mediasulsel.com Minggu (16/8/2026), inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan masyarakat terhadap metode pengelolaan sampah yang lebih terkontrol. Farrel memanfaatkan hebel yang relatif mudah diperoleh dan menyusunnya sedemikian rupa untuk mendukung proses pembakaran yang lebih efektif.
Pembuatan alat berlangsung selama dua hari, 5–6 Agustus 2026, di samping Kantor Desa Parumpanai. Setelah rampung, Rocket Stove diuji coba pada 7 Agustus untuk memastikan alat dapat berfungsi sebelum diperkenalkan kepada masyarakat.
Program kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pada 13 Agustus 2026. Masyarakat desa menjadi sasaran utama, khususnya ibu rumah tangga yang sehari-hari memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Dalam sosialisasi tersebut, Farrel menjelaskan prinsip kerja, cara penggunaan dan manfaat Rocket Stove sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah. Ia juga mengajak masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah secara tepat untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.
Sekretaris Desa Parumpanai, Darwis, menyambut positif inovasi yang dibawa mahasiswa KKNT 116 Unhas tersebut. Menurutnya, alat yang dibuat Farrel memiliki konsep sederhana, tetapi berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat jika dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dibuat oleh Farrel sebagai mahasiswa KKNT 116. Inovasi Rocket Stove ini sederhana, tetapi memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat dalam membantu pengelolaan sampah rumah tangga,” kata Darwis.
Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai program mahasiswa selama menjalankan KKNT, tetapi dapat terus dimanfaatkan masyarakat Desa Parumpanai sebagai salah satu alternatif dalam menangani sampah rumah tangga.
Farrel berharap Rocket Stove yang dibuatnya dapat memberi manfaat jangka panjang sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang lebih baik. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKNT 116 Unhas dalam menghadirkan inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Farrel Gavra Payung (Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan Unhas)













