TORAJA UTARA — Persoalan HIV dan tuberkulosis (TBC) menjadi perhatian serius di Toraja Utara. Berdasarkan data 2026 yang dipaparkan Dinas Kesehatan, Toraja Utara menempati urutan kelima dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berdasarkan jumlah kasus HIV.
Data tersebut terungkap dalam sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), HIV dan TBC yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Toraja Utara melalui Pokja IV. Sosialisasi dilaksanakan bertahap di 21 kecamatan sejak 4 hingga 18 September 2026.
Pada Selasa (8/9/2026), kegiatan berlangsung di Kecamatan Rindingallo dan Kecamatan Tikala. Untuk memperluas jangkauan, pengurus Pokja IV TP PKK Toraja Utara membagi diri menjadi dua tim. Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara dr. Remen Taula’bi yang juga anggota Pokja IV menjadi salah satu pemateri.
Dalam pemaparannya, dr. Remen mengungkapkan terdapat 331 orang yang tercatat dalam data kasus HIV di Toraja Utara. Dari jumlah tersebut, 262 orang masih rutin menjalani pengobatan, sedangkan 69 orang tidak lagi berada dalam pantauan pengobatan. Ia mengingatkan angka tersebut belum tentu menggambarkan keseluruhan kasus karena HIV memiliki karakter seperti fenomena gunung es.
“Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk mengawasi anak-anak dan orang-orang di sekeliling kita. Mari kita bersama-sama menyuarakan pencegahan agar kasus ini tidak bertambah,” ujar dr. Remen.
Menurutnya, data tersebut harus menjadi alarm bersama untuk memperkuat pencegahan, terutama di kalangan generasi muda. Ditemukannya kasus dari kalangan pelajar dan mahasiswa membuat pencegahan HIV tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan dunia pendidikan.
Di sisi lain, dr. Remen menegaskan masyarakat tidak boleh memberikan stigma atau mengucilkan orang dengan HIV. Dengan pengobatan yang teratur dan berkelanjutan, orang dengan HIV tetap dapat menjalani kehidupan dengan baik. “Terhadap penderita yang sudah terinfeksi jangan kita kucilkan. Mari hidup berdampingan sesuai dengan kaidah dan norma yang ada,” katanya.
Selain HIV, sosialisasi juga menyoroti TBC. Dr. Remen menjelaskan TBC merupakan penyakit infeksi yang dapat menular melalui udara dan dapat diobati. Karena itu, masyarakat diminta mengenali gejala, memahami cara penularan dan segera memeriksakan diri untuk mendapatkan deteksi serta penanganan lebih awal.
Dr. Remen mengapresiasi inisiatif Pokja IV TP PKK Toraja Utara dalam memperluas edukasi kesehatan. Dinas Kesehatan akan mendorong petugas puskesmas ikut mendukung sosialisasi PHBS, HIV dan TBC hingga ke masyarakat. “Kami akan mengupayakan petugas-petugas kesehatan yang ada di puskesmas untuk mendukung kegiatan dan menyosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Sosialisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta kegiatan. Pengurus PKK di tingkat kecamatan, lembang dan kelurahan didorong meneruskan informasi kepada masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan di 21 kecamatan dinilai penting agar kesadaran terhadap PHBS, pencegahan HIV dan TBC semakin kuat serta mampu menekan munculnya kasus baru di Toraja Utara. (4nny)














