MAKASSAR, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menggelar Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia tingkat fakultas, di kampus FKM Unhas, Sabtu (23/3), dalam rangka memilih tim debat perwakilan FKM Unhas untuk berkompetisi di tingkat Universitas.
Menurut Ketua Panitia, Dr. Syamsuar Manyullei, SKM, M.Kes., MSc.PH, bahwa kegiatan yang prosesnya telah dimulai sejak 6 Maret 2019 ini, setiap peserta akan dihadapkan pada persoalan-persoalan nyata yang dihadapi suatu masyarakat atau bangsa, dengan tema pilihan sebanyak 13 buah.
Ketigabelas tema tersebut antara lain meliputi, Menolak Beasiswa dari Perusahaan Rokok, Penyediaan Kondom Gratis Sebagai Upaya Pencegahan HIV/AIDS, Alat Kontrasepsi berguna membatasi Keturunan, LGBT itu adalah hak asasi, ABORSI memiliki dampak yang baik untuk kesehatan, Merokok adalah hak Asasi dan Pakaian Kasual saat mengikuti Perkuliahan.
Selain itu ada juga tema tentang Peningkatan Pajak Gula untuk Menurunkan Komsumsi Gula, Pernikahan yang diatur Orang Tua Lebih Bahagia Daripada Menikah Dengan Cinta, Pemasungan orang ODGJ untuk keamanan masyarakat, Memundurkan waktu sekolah agar tidak menganggu sarapan anak, Melarang penjulan bersoda/berpemanis tinggi di Sekolah, serta Hormati anak yang tidak mau makan sayur.
Dalam sambutannya Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD mengatakan, bahwa Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) adalah lomba debat tingkat nasional yang menggunakan Bahasa Indonesia untuk menetapkan pola pembinaan mahasiswa serta memberi wadah perkembangan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, terampil, kompeten dan berbudaya, kemampuan terbaik dalam berpikir kritis dan berkomunikasi, meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan jejaring antar perguruan tinggi, memupuk rasa kesatuan dan kebanggaan terhadap kebhinekaan bangsa dan budaya.
Selain itu, lanjut Prof. Sukri, KDMI diharapkan mampu mendorong mahasiswa tidak hanya mampu mengungkapkan ide dalam bahasa Indonesia, tetapi juga menuntut mahasiswa mampu menguasai pengetahuan global, menganalisis, membuat judgement, dan meyakinkan public bahwa posisi mereka benar dan tepat.
Berdasarkan pantuan di lokasi debat dapat dikatakan peserta rata-rata memiliki kemampuan debat yang sangat bagus tinggal diperlukan pembenahan pada beberapa aspek misalnya intonasi, ritme harus terjaga, jelas dengan argumen yang kuat dan mampu meyakinkan audiens dan dewan juri.
Berdasarkan penilaian dewan juri yang terdiri dari Dr. Syamsuar Manyullei, SKM, M.Kes., MSc.PH; Muhammad Rahmat, SKM, M.Kes; Jumriani Ansar, SKM, M.Kes; Adelia U. Adymangilep, SKM, MARS; dan Suci Ramadhani, SKM, M.Kes. dari 9 tim yang mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi, maka yang menjadi juara 1 adalah tim Muh. Agung S, Andi Nani Siti Mardiyanti dan Renaldi, juara 2 diberikan kepada tim Andi Nurkhafifah, Nurul Azizah dan Rifdah Wardani sedangkan juara 3 menjadi milik tim Vicher, Nurwahidatul dan Yuki Anggraeni.
Seluruh tim diberikan sertifikat dan uang pembinaan bagi juara 1 sebanyak Rp.1.000.000 per tim, juara 2 Rp.750.000 dan juara 3 sebanyak Rp. 500.000. Bagi peserta juara 1 selanjutnya akan dikirim namanya pada tingkat universitas untuk menjadi delegasi FKM Unhas. (*/464Ys)













