MAKASSAR, Usai melaksanakan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia di pagi harinya, Sabtu, 23 Maret 2019, soreharinya Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas, kembali menggelar kompetisi debat yang tidak kalah menariknya, yang diberi nama National University Debating Championship (NUDC).
Debat dalam bahas Inggris yang telah lama menjadi kebutuhan dunia akademik Mahasiswa ini, menurut Ketua Panitia, Muhammad Yusran Amir, SKM, MPH , dilaksanakan karena merupakan tuntutan kompetensi penguasaan pengetahuan dan wawasan global menjadi salah satu alasan mengapa debat perlu menjadi bagian akademik mahasiswa.
“Di saat negara-negara berkembang mewajibkan muatan debat kedalam kurikulum pendidikan mereka, Indonesia perlu terus menjadikan debat sebagai bagian kajian akademik, dalam bentuk apapun, selain itu debat juga merupakan media yang tepat dalam melatih kemampuan negosiasi dan argumentasi mahasiswa dalam skala internasional, “ terang Yusran Amir.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, kepada media sulsel, Minggu (24/3) mengatakan bhawa debat tersebut bertujuan meningkatkan daya saing daya saing mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, serta meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lisan, dan menciptakan kompetisi yang sehat antar mahasiswa.
“Melalui media debat ilmiah, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis dan analitis, sehingga mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat secara logis dan sistematis, memperkuat karakter mahasiswa melalui pemahaman akan permasalahan nasional dan internasional beserta alternatif pemecahannya melalui kompetisi debat,” tegas Prof Sukri.
Debat yang menyiapkan tema kan 9 tema itu, menurut Prof. Sukri diikuti 8 tim peserta dengan juri terdiri dari Muhammad Yusran Amir, SKM, MPH; Marini Amalia, SKM, MPHCN dan Andi Selvi Yusnitari, SKM, M.Kes.
Setelah melalui proses penilain yang cukup alot, dewan juri memutuskan tim Mifta Rahmilah dan Febriayanti Afitia Rohman berhak memperoleh predikat selaku juara pertama, dan berhak mewakili FKM unhas dalam perlombaan yang sama di tingkat universitas, serta berhak memperoleh hadiah uang tunai Rp. 1.000.000,-
Juara kedua ditempati tim Mirajannah dan Nurul Magfirah yang berhak mengantongi hadiah uang tunai Rp. 750.000,-, sedangkan juara ketiga dengan hadiah sebesar Rp. 500.000, diaraih oleh pasangan Gian dan Ghea. (*/464YS)













