Biaya Kuliah Makin Melangit, Outcome Pendidikan Makin Merosot

Biaya Kuliah Makin Melangit, Outcome Pendidikan Makin Merosot
Ilustrasi

OPINI—Tingginya biaya kuliah saat ini menjadi keresahan hampir semua orang tua. Lulusan menengah atas atau sederajat menjadi galau tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi yang diimpikan.

Terbentur biaya kuliah yang cukup fantastis, terlebih untuk jalur mandiri. Padahal, saat ini saja potret generasi sudah sedemikian parah. Bagaimana nasib pemuda ke depan jika akses pendidikan pun kian sulit?

Tingginya biaya kuliah saat ini adalah salah satu aspek yang berdampak secara langsung bagi outcome pendidikan. Hal ini menjadikan potensi pemuda tidak maksimal dalam capaian seluruh jenjang studi.

Seyogianya ketika lulus di sekolah menengah atas atau sederajat, anak didik melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT). Harapannya agar konektivitas ilmu yang didapatkan terpenuhi dengan baik.

Tak dimungkiri, kondisi ekonomi masyarakat secara umum terbilang sulit. Naiknya komoditas bahan pokok secara berkala dan kebutuhan strategis lainnya berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Angka kemiskinan pun makin bertambah. Kondisi ini makin menambah rumit kehidupan, terutama saat negara berlepas tangan atau abai pada kebutuhan dasar rakyat, termasuk pendidikan.

Berita Lainnya

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas menilai bahwa tugas dan kewajiban negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lebih lanjut menurutnya bahwa mahalnya biaya kuliah saat ini disebabkan salah satunya karena rendahnya pendapatan masyarakat.

Padahal, semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat, maka semakin menurun tingkat kemiskinan negara tersebut (muslimobsession.com, 8/8/2022).

Berbagai fakta yang terindera menegaskan bahwa kondisi pemuda saat ini jauh dari harapan. Beragam kerusakan mendera generasi, terkhusus generasi milenial.

Lihat Juga:  Marak Dosa Besar di Kampus, Butuh Solusi Tuntas

Padahal, sejatinya merekalah yang akan menentukan nasib bangsa ke depan. Membangun peradaban yang jauh lebih bermartabat dan sesuai hakikat penciptaannya.

Berita terkait