MAKASSAR – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memanfaatkan momentum Musyawarah Besar (Mubes) VIII Ikatan Kekerabatan Masyarakat (IKM) Sidrap bersama Ikatan Sarjana Asal Sidrap (ISA) untuk memaparkan capaian pembangunan sekaligus target besar yang akan dikejar pemerintah daerah pada 2026.
Di hadapan ratusan warga Sidrap yang hadir di Hotel Unhas & Convention Center Makassar, Sabtu (20/6/2026), Syaharuddin menegaskan komitmennya untuk menjaga amanah masyarakat yang telah memberikan dukungan besar dalam Pilkada lalu.
“Alhamdulillah saya diberikan amanah oleh masyarakat Sidrap. Amanah ini akan saya jaga sampai akhir masa jabatan untuk mewujudkan Sidrap yang maju dan sejahtera,” kata Syaharuddin.
Dalam pemaparannya, Syaharuddin mengungkapkan sejumlah program prioritas yang telah berjalan. Program BPJS gratis bagi masyarakat, kata dia, telah terealisasi sepenuhnya, sementara distribusi pupuk bagi petani juga berjalan lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pada sektor infrastruktur, Pemkab Sidrap terus mempercepat perbaikan jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Dari total sekitar 955 kilometer jalan rusak yang tercatat tahun lalu, pemerintah daerah mulai melakukan perbaikan secara bertahap melalui dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta efisiensi anggaran daerah.
“Tahun ini sekitar 30 kilometer sudah diperbaiki dan target kami ke depan mencapai 327 kilometer,” ujarnya.
Sejumlah ruas yang telah mendapat penanganan antara lain jalur Sidrap-Soppeng, Tanrutedong-Dongi, Bulucenrana-Anabanua, Bina Baru-Kulo-Maddenge, Rijang Pannua-Mario, hingga Laccirang-Dongi.
Tak hanya infrastruktur, Syaharuddin juga memaparkan capaian ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Sidrap meningkat dari sekitar 4 persen pada 2024 menjadi 7,7 persen. Pada saat yang sama, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 5 persen menjadi 4 persen.
Menurutnya, peningkatan tersebut ditopang oleh sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Produksi gabah Sidrap yang sebelumnya berada di kisaran 400 ribu ton meningkat menjadi 679 ribu ton pada 2025.
“Target kami berikutnya adalah mencapai produksi satu juta ton gabah dengan nilai ekonomi sekitar Rp7 triliun,” ungkapnya.
Syaharuddin juga menyoroti penghargaan yang diterima Kabupaten Sidrap sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan dan stunting terendah di Sulawesi. Penghargaan tersebut disertai insentif sebesar Rp3 miliar yang akan digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur.
Selain pembangunan fisik dan ekonomi, Pemkab Sidrap juga menargetkan peningkatan aktivitas daerah melalui berbagai agenda berskala besar. Salah satunya pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PGRI Sulsel pada 1-5 Juli 2026 yang diperkirakan diikuti sekitar 65 ribu peserta.
Syaharuddin turut mendorong peningkatan jumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin yang ditempatkan di Sidrap sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat desa.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh warga Sidrap yang berada di perantauan untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
“Saya akan bekerja dengan tulus dan ikhlas untuk masyarakat Sidrap. Yang di luar Sidrap, mari pulang dan bersama-sama membangun Sidrap agar semakin maju dan sejahtera,” ajaknya.
Mubes VIII IKM-ISA Sidrap turut dihadiri perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Sidrap, Sekretaris Daerah Sidrap, anggota DPRD, pimpinan perangkat daerah, camat, tokoh masyarakat, serta warga Sidrap dari berbagai daerah. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter: Ismail Alrip













