Kebutuhan masyarakat akan pangan, adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Dan pemenuhannya adalah kewajiban Negara, yang bertugas sebagai ri’ayah kepada seluruh masyarakat. Namun, sayangnya hal ini justru tidak di ria’yah dengan baik.
Salah satu yang menjadi alasan pemerintah adalah karena distribusi yang tidak merata, gagal panen, dan tingginya angka konsumtif, masyarakat. Sementara bagi petani sendiri, gagal panen terjadi, selain karena cuaca yang sulit di prediksi, juga terjadi karena penimbunan yang di lakukan di beberapa daerah.
Kita bisa melihat bagaimana system hari ini tdk mampu mengatasi hal tersebut, sistem hari ini seakan lepas tangan dengan apa yang terjadi pada kenaikan bahan pokok. Padahal seharusnya negara lah yang bisa memberika solusi untuk umat atas kenaikan harga bahan pokok tersebut.
Adapun dalam system Islam, tanggung jawab untuk meria’yah masyarakat adalah tugas Khalifah sebagai kepala Negara. Keimanan menjadi pondasi pemimpin, maka ia akan serius dalam memenuhi kebutuhan rakyat, terutama untuk pangan.
Bahkan Khalifah Umar bin Khattab belum bisa tidur dengan nyenyak jika belum memastikan seluruh rakyatnya tidur dalam keadaan perut kosong. Itulah contoh penguasa di masa Islam.
Pemimpin dalam Islam akan melakukan distribusi merata, dan menjaga kestabilan harga, bahkan memberikn bahan makanan gratis kepada rakyat. Khalifah akan selalu menjalankan tnggung jawabnya dengan baik.
Pada sistem islam, negara akan mendistribusikan bahan pokok dari suatu wilayah yang melimpah bahan pokoknya ke wilayah yang kekurangan bahan pokok. Hal ini sudah menjadi ketentuan dari negara yang mempunyai tanggung jawab kepada semua umatnya.
Hingga hal-hal seperti melonjaknya harga pangan tak akan ditemukan dalam sistem kepemimpinan Islam. Karena pemimpin yang berlandaskan keimanan, dan yakin akan ada pertanggungjawaban atas kepemimpinannya di hadapan Allah. (*)
Penulis: Ummul Fikrul Chairia (Aktivis Muslimah)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













