Beranda » Politik » Irmawati Syahrir: Menangkan Pemilu Dengan Cara Bermartabat
Politik

Irmawati Syahrir: Menangkan Pemilu Dengan Cara Bermartabat

MAKASSAR – Program Sekolah Politisi Muda-CPID (Civilizing Politic for Indonesian Democracy) telah memasuki tahun ke-4. Program dan agenda-agenda kegiatan pada tahun 2018 konsen terhadap upgrading dan pendampingan kepada 9 orang alumni lulusan Sekolah Politisi Muda yang ada di Makassar, 6 orang dari Demokrat dan 3 orang Nasdem beserta relawan masing masing 4 orang dilaksanakan di Hotel La’riz Jl. Lagaligo Makassar, mulai 10-12 April 2018.

Salah satu alumni Sekolah Politik Muda yamg juga Sekertaris BPOKK DPD Demokrat Sulsel, Irmawati Syahrir mengatakan, Upgrading dan pendampingan bertujuan, bagaimana memenangkan pemilu dengan cara-cara bermartabat sekaligus mampu merancang modul upgrading alumni sekolah politisi muda.

“Partai politik dan politisi biasanya hadir di tengah masyarakat hanya menjelang Pileg, Pilpres dan Pilkada melalui serentetan aktivitas kampanye pemilu untuk membujuk, meyakinkan, memperoleh suara rakyat demi memenangkan Pemilu,” terang Irma.

Setelah itu, lanjut Irma, mereka jarang bahkan bisa dikatakan tidak pernah membangun dan memperkuat kedekatan dengan konstituen. Kecenderungan ini memperlihatkan bahwa partai politik dan politisi memosisikan konstituen sebagai objek bukan subjek politik.

Sehingga partai politik atau politisi tidak memiliki ikatan yang kuat dengan konstituen. Akibatnya pola-pola transaksional yang memperburuk demokrasi selalu dipertontonkan oleh partai politik dan politisi menjelang Pemilu. Lebih parahnya politik semakin dijauhkan dari alasan alasan manjadi satu (reason d’etre)

“Politisi kita sering terburu-buru berbicara pemilu sementara enggan memahami realitas sosial melalui aktivitas riset politik dan kerja-kerja politik jangka panjang. Riset politik perlu dilakukan oleh partai politik atau politisi untuk mendapatkan data-data sosial sebagai basis merancang agenda-agenda politik,” Jelas Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Sulsel.

Dalam konteks politik elektoral lanjut Irma, materi konstituensi dan pemetaan politik akan mengantarkan kita pada bagaimana melakukan analisis politik dan segmentasi konstituen di dalam masyarakat. Peserta diajak mengenali pendekatan dan strategi yang lebih menempatkan konstituen sebagai subjek dan mitra dalam proses politik kolektif dan terbuka.

Adapun materi diberikan di pelatihan tersebut antara lain adalah survei dan komunikasi marketing politik yang di bawakan oleh 2 pembicara nasional yaitu Dr Gun Gun Heryanto Pakar komunikasi politik sekaligus dosen UIN Jakarta. Sedangkan materi survey dibawakan oleh Ikrama Masloman dari LSI.

Tujuannya adalah peningkatan skill dan pengetahuan politisi, penguatan konsolidasi lintas partai, pembangunan kultur politik yang demokratis.

Lebih jauh Irma mengatakan, guna menyusun modul program pendidikan politik terlebuh dahulu Satunama akan melakukan assesmen problem demokrasi, tantangan, dan peluang yang dihadapi politisi muda saat ini.

“Program pendidikan yang ada di partai belum optimal bagi masing-masing kadernya. Salah satu tugas dan fungsi partai politik yang tidak dilaksanakan secara baik adalah pendidikan politik bagi kader dan masyarakat luas,” kata dia.

Padahal, tambahnya, kebutuhan kader parpol potensial saat ini mutlak dibutuhkan oleh masing-masing parpol dalam menentukan arah politik dan demokrasi Indonesia ke depan. (aks/shar)