MAROS—Menjelang perayaan Iduladha, daun pisang menjadi komoditas yang banyak dicari di berbagai pasar tradisional, salah satunya di Pasar Pakalu, Kecamatan Bantimurung, Maros. Pada hari Rabu (30/8/2017), terlihat penjualan daun pisang meningkat signifikan.
Harianti (36), seorang warga Pakalu Bantimurung, mengungkapkan bahwa momen ini selalu ia manfaatkan untuk membeli daun pisang, terutama untuk kebutuhan membuat buras, makanan khas yang biasa disajikan saat lebaran.
“Daun pisang digunakan untuk membungkus buras. Menjelang lebaran Iduladha, kami biasanya mencari barang-barang yang paling dicari, seperti daun pisang,” ujarnya.
Harga daun pisang di Pasar Pakalu cukup bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per ikat.
Sedangkan di Pasar Sentral Maros, harga daun pisang bahkan bisa mencapai Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per ikat.
Kenaikan harga ini disebabkan oleh tingginya permintaan, yang umumnya meningkat menjelang perayaan hari besar seperti Iduladha, di mana kebutuhan akan bahan-bahan tradisional menjadi prioritas bagi masyarakat. (*)













