Sistem yang Menjaga Akal
Islam hadir dengan kesempurnaan syariatnya. Terkait perilaku LGBT sudah sangat jelas dikecam dalam Al-Qur’an. Kisah kaum Nabi Luth yang sangat masyhur banyak dikisahkan kembali di buku-buku cerita Islam. Hal ini untuk mengingatkan bahaya besar yang akan timbul akibat perilaku menyimpang ini.
Dalam Islam, LGBT dikenal dengan dua istilah, yakni Liwath (gay) dan Sihaaq (lesbian). Untuk pelaku liwath, Allah Swt. memberi peringatan keras dalam QS. Al-Araf ayat 80, yang artinya:
“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”
Islam pun sangat tegas memberikan sanksi bagi pelakunya, sebagaimana dalam QS. Hud ayat 82, yang artinya: “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.”
Olehnya itu, jika ingin akal terjaga dari rusaknya pemikiran Barat dan berbagai propaganda yang terus disuntikkan, maka mengambil sistem dari Sang Pencipta adalah sebuah keniscayaan.
Sistem yang diterapkan oleh negara secara paripurna sebagai bentuk ketaatan atas semua perintah Rabb-Nya. Dengannya, segala perilaku yang menyimpang dan merusak akan diberantas sampai ke akarnya.
Sehingga, masyarakat akan terbebas dari pengrusakan generasi akibat penyimpangan seksual. Terpenting adalah terbebas dari azab yang sangat pedih di akhirat kelak. Wallahualam bis Showab. (*)
Penulis: Dr. Suryani Syahrir, ST, MT (Dosen dan Pemerhati Generasi)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












