Islam menjadikan akidah sebagai landasan dalam menjaga keluarga, sehingga mereka akan berusaha membentuk anak-anaknya menjadi pribadi sholeh dan sholehah.
Sedari kecil mereka sudah dipahamkan bahwa Allah adalah pencipta dan sudah selayaknya menjadi pengatur. Islam dikenalkan sebagai sebuah agama praktis yang menjadi pedoman manusia menjalani kehidupan.
Aturan terkait menutup aurat, menjaga interaksi dengan lawan jenis dan ilmu yang berkaitan dengan dirinya sudah dipahamkan sejak dini.
Melalui penjagaan dari keluarga maka akan lahirlah anak-anak yang menjaga diri dan memiliki kepribadian Islam. Begitu pula dengan orang tua, mereka mengetahui yang baik untuk keluarga adalah yang sesuai syariat Islam.
Tak cukup penjagaan dari keluarga, lingkungan juga memiliki peran yang besar. Begitu pula peran negara dalam menjaga masyarakat. Negara harus memastikan bahwa media yang ada benar-benar mencerdaskan, bukan hanya sekadar apa yang viral di masyarakat. Tontonan yang ada tidak menampilkan aurat.
Terlebih lagi situs porno yang dapat dengan mudah diakses oleh anak-anak. Hal ini tentu karena peran negara bukan hanya sekadar menjadi pengatur tetapi benar-benar menjaga dan memastikan rakyat terjaga dari keburukan.
Media dalam negara Islam diurusi oleh Lembaga Penerangan. Meskipun bukan termasuk departemen yang mengurusi kepentingan masyarakat, tetapi berhubungan langsung dengan kepala negara (khalifah) sebagai instansi yang mandiri.
Siapapun yang memiliki kewarganegaraan negara (daulah) Islam boleh mendirikan media informasi, baik cetak, audio maupun audio-visual. Negara mengeluarkan UU yang mengatur informasi sesuai dengan ketentuan hukum-hukum syariah. Tentu tidak akan ditemui tontonan membuka aurat terlebih situs porno yang dapat diakses dengan mudah.
Begitulah peran negara dalam Islam untuk menjaga media di masyarakat, sebab mereka mengetahui bahwa amanah jabatannya kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Mereka memerintah dengan hukum yang berasal dari Sang Pencipta juga Sang Pengatur kehidupan. (*)
Penulis: Musdalifah (Aktivis Dakwah)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













