“Yang pertama tujuannya tentu satu, menjadikan aktivitasnya dan dirinya menjadi bahan obrolan ketika masyarakat bersilaturahmi saling bertemu dengan keluarga atau teman atau kerabat itu di kampung. Dari sini diharapkan ada penambahan elektabilitas atau paling tidak popularitas bagi masing-masing kandidat,” kata Kunto, Jumat (6/5/2022).
Selain itu beberapa partai tergabung dalam koalisi sebagai penanda bahwa Pintu menuju pilpres 2024 sudah terbuka. Namun manuver elektabilitas partai politik tidak berbanding lurus dengan kepercayaan publik kepada para elit politik dan partai.
Pasalnya ketika mereka telah menduduki kursi kekuasaan, alih-alih mau memperjuangkan kepentingan rakyat, malah sebaliknya memperbesar kepentingan tubuh partainya.
Hal ini diungkapkan oleh Denny JA sebagai founder lembaga survei Indonesia (LSI) yang melakukan survei dan pengamatan terhadap elektabilitas para elit politik dan partai menjelang pemilihan yang akan datang.
Menurut Denny JA bahwa, “Kita akan menyaksikan aneka manuver partai lain, yang tak ingin ketinggalan kereta, juga menyiapkan diri menyongsong pilpres 2024.
Lanjut Denny, LSI sendiri memiliki tradisi. “Dua puluh dua bulan sebelum pemilu presiden, kita sebagai lembaga survei, konsultan politik ataupun civil society sudah melakukan konsolidasi.”













