MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar memastikan korban kekerasan jalanan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal tanpa dibebani biaya. Seorang anak berinisial H (13), korban serangan geng motor di kawasan Ablam, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Daya Makassar secara gratis.
Direktur Utama RSUD Daya Makassar, dr. A. Any Muliany, menegaskan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh oleh pemerintah melalui skema Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
“Di RS Daya tidak ada tagihan apa pun kepada pasien korban begal di Ablam. Perawatan medis gratis,” ujar dr. Any, Minggu (10/5/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjamin keselamatan warga, khususnya korban tindak kekerasan jalanan seperti begal, tawuran, hingga kecelakaan darurat sosial.
Menurutnya, kasus korban kekerasan jalanan memang tidak masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan. Karena itu, Pemkot Makassar tetap menyiapkan anggaran khusus melalui Jamkesda agar korban tetap bisa memperoleh layanan medis tanpa hambatan biaya.
“Untuk korban begal, kekerasan, maupun tawuran memang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Namun Bapak Wali Kota masih mengalokasikan anggaran khusus untuk kasus seperti ini melalui Jamkesda,” jelasnya.
Langkah tersebut disebut sebagai wujud komitmen Wali Kota Munafri Arifuddin dalam menghadirkan perlindungan nyata bagi masyarakat yang menjadi korban tindak kriminal dan kekerasan jalanan.
Dr. Any mengungkapkan, korban H sebelumnya sempat mendapat penanganan awal di RS Pelamonia sebelum dirujuk ke RSUD Daya Makassar pada pukul 19.15 WITA untuk menjalani perawatan lanjutan.
Pemkot Makassar menegaskan seluruh layanan medis bagi korban kekerasan akan terus diberikan secara maksimal dan manusiawi selama masih dapat ditangani di RSUD Daya Makassar. (Ag4ys)













