PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat PekerjaanDilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada IslamKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan KerjaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Pergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovTiga Pegawai Gugur di Papua, Mentan Amran Jamin Sekolah Anak hingga Dapat PekerjaanDilema Hilirisasi tanpa IndustrialisasiBupati Paris Yasir Resmi Luncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal di JenepontoKrisis Mental dan Kesepian Generasi Muda: Saatnya Kembali pada IslamKementan Siapkan 2 Juta Hektare untuk Bioetanol, Target 8 Juta Lapangan Kerja
Toraja Utara

Kuliner Bernuansa Alam dan Sejarah Keluarga, Kalua Resto & Cafe Jadi Daya Tarik Baru di Toraja Utara

243
×

Kuliner Bernuansa Alam dan Sejarah Keluarga, Kalua Resto & Cafe Jadi Daya Tarik Baru di Toraja Utara

Sebarkan artikel ini
Kuliner Bernuansa Alam dan Sejarah Keluarga, Kalua Resto & Cafe Jadi Daya Tarik Baru di Toraja Utara
Suasana pengunjung menikmati hidangan di Kalua Resto & Cafe dengan latar hamparan persawahan di Toraja Utara. (Foto: Anny Marimbunna)

TORAJA UTARA—Hamparan sawah hijau dengan latar pegunungan menjadi daya tarik utama Kalua Resto & Cafe, destinasi kuliner bernuansa alam yang mulai ramai dikunjungi wisatawan dan warga lokal di Toraja Utara.

Berlokasi di kawasan Sawah Kalua, tepat di jalur menuju Bori’ Kalimbuang, restoran ini menghadirkan pengalaman bersantap di tengah hamparan persawahan dengan panorama Gunung Sesean.

Konsep saung terbuka yang menghadap langsung ke sawah menjadi pilihan pengunjung untuk menikmati suasana tenang yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Pada akhir pekan, pengunjung datang silih berganti menikmati suasana alami sambil bersantai bersama keluarga maupun kerabat.

Lokasinya yang hanya sekitar 10 menit dari pusat Kota Rantepao membuat Kalua mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, Kalua Resto & Cafe tidak hanya menawarkan panorama alam dan sajian kuliner. Tempat ini juga menyimpan jejak sejarah keluarga yang telah melekat turun-temurun di kawasan tersebut.

Pemilik Kalua Resto & Cafe, Meisy Sari Bunga Papayungan, mengungkapkan hamparan sawah yang kini menjadi bagian dari kawasan resto dulunya merupakan lahan pertanian keluarga yang dimanfaatkan untuk bercocok tanam sekaligus pemeliharaan ikan.

“Kalau panen ikan, masyarakat sekitar ikut mengambil. Ada ikan mas dan jenis lainnya. Itu sudah menjadi bagian dari cerita di tempat ini,” ujarnya.

Kuliner Bernuansa Alam dan Sejarah Keluarga, Kalua Resto & Cafe Jadi Daya Tarik Baru di Toraja Utara
Pemilik Kalua Resto & Cafe, Meisy Sari Bunga Papayungan, saat wawancara terkait konsep dan sejarah kuliner berbasis sawah di Kalua Resto & Cafe, Toraja Utara. (Foto: Anny Marimbunna)

Nama “Kalua” sendiri diambil dari nama nenek keluarga pemilik yang dikenal sebagai istri dari Pong Maramba, tokoh yang dihormati dalam sejarah masyarakat Toraja. Nama tersebut kemudian diabadikan sebagai identitas kawasan Kalua Pamabi’.

Selain menjadi warisan keluarga, area persawahan itu juga pernah berperan penting dalam mendukung kebutuhan pangan keluarga. Kondisi tanah yang subur serta sumber air yang melimpah menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu penopang swasembada pangan keluarga sejak lama.

Mengusung konsep sederhana dan dekat dengan alam, Kalua menghadirkan berbagai menu olahan seafood dan hidangan berbasis ikan. Beberapa menu favorit pengunjung di antaranya ikan bakar, udang, cumi, hingga ayam bakar dengan beragam pilihan sambal.

Salah satu menu andalan yang banyak diminati ialah olahan ikan mas segar yang diambil langsung dari area persawahan sekitar resto. Bahkan, ikan mas bertelur diolah secara khusus, termasuk bagian telurnya yang dimasak terpisah, sajian yang jarang ditemukan di tempat lain.

“Nasi dan ikan mas yang menjadi menu di Kalua berasal dari Sawah Kalua yang berada di hamparan persawahan sekitar resto,” kata Meisy.

Kalua juga mengedepankan konsep ramah bagi pengunjung muslim dengan memastikan bahan baku dan proses pengolahan makanan memenuhi kaidah halal. Pengelola melakukan pengawasan rutin untuk menjaga kualitas rasa, kebersihan, hingga pelayanan kepada pengunjung.

“Kami berupaya menjaga kualitas rasa, kebersihan, dan pelayanan, supaya pengunjung bisa menikmati makanan dalam kondisi segar dan nyaman,” ujarnya.

Keberadaan saung privat di area resto turut menjadi daya tarik tersendiri bagi keluarga maupun rombongan yang ingin menikmati suasana lebih santai dan nyaman di tengah alam terbuka.

Saat senja mulai turun di kawasan Barana’, suasana Kalua terasa semakin hangat. Semilir angin persawahan, percakapan pengunjung, serta aroma hidangan yang baru disajikan menghadirkan pengalaman bersantap yang berpadu dengan nuansa tradisi dan cerita keluarga.

Ke depan, pengelola berharap dukungan pemerintah dan berbagai pihak dalam memperluas promosi destinasi kuliner lokal di Toraja Utara agar semakin dikenal wisatawan.

Di tengah lanskap alam Toraja Utara yang khas, Kalua Resto & Cafe hadir bukan sekadar tempat makan, tetapi juga ruang yang menyatukan kuliner, sejarah keluarga, dan kedekatan dengan alam. (4nny)

Kuliner Bernuansa Alam dan Sejarah Keluarga, Kalua Resto & Cafe Jadi Daya Tarik Baru di Toraja Utara
Paket ikan mas bakar lengkap dengan olahan telur ikan mas dan nasi dari Sawah Kalua khas Kalua Resto & Cafe di kawasan persawahan Barana’, Toraja Utara. (Foto: Anny Marimbunna)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com