PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • FH Unhas Jadi Fakultas Pertama Susun Skema Sertifikasi Kompetensi • Urgensi Industrialisasi Pangan di Sulawesi Selatan • Seminar Parenting SDIT Cipta Insani Depok Tekankan Pentingnya Kehadiran Orang Tua • Ekonomi Makassar Tumbuh 7,04 Persen, DPRD Soroti Jalan Rusak hingga Layanan RS Daya • El Nino Mengintai hingga 2027, Penyuluh Kehutanan Sulsel Didorong Bergerak Cegah Karhutla • Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Kursi Delegasi Puluhan Negara Mendadak Kosong •
Opini

Melonjak Harga Telur, Rakyat Babak Belur

2431
×

Melonjak Harga Telur, Rakyat Babak Belur

Sebarkan artikel ini
Melonjak Harga Telur, Rakyat Babak Belur
Sri Rahmayani, S.Kom (Aktivis Pemerhati Sosial dan Penggiat Literasi AMK 4)

Meskipun sebab lainnya juga menyumbang dampak kenaikan harga telur, karena tata kelola untuk menyeimbangkan harga pasar sulit dilakukan. Sangat nampak tiadanya empati pada kondisi rakyat dan kebutuhan mendesak rakyat terhadap kebutuhan telur.

Dominasi pemodal besar yang biasa disebut kapitalis local-multinasional dalam produksi pangan dari hulu hingga hilir telah berhasil mengendalikan harga pangan dasar bagi rakyat. Sehingga keberpihakan rakyat memang Nampak sangat transparan kurang serius untuk ditangani.

Sehingga untuk menyelesaikan semuanya baik kenaikan harga telur maupun harga pangan lainnya yang pada faktanya dominan naik. Dibutuhkan peran Negara secara  maksimal yang dimana lebih mengutamakan rakyatnya.

Menuntaskan kenaikan secara serius

Kebutuhan pokok sejatinya adalah kebutuhan yang urgent untuk segera dipenuhi. Diantaranya sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Semua itu wajib bagi Negara untuk memenuhi demi kesejahteraan rakyatnya. Salah satu yang dibicarakan adalah kebutuhan pangan, sehingga arah utama juga membahas ketahanan pangan. Sehingga kenaikan dengan berbagai sebab dapat dengan mudah teratasi.

Untuk menggapai hal tersebut dapat mempelajari kejayaan pangan yang dicapai umat Islam dalam industri pangan. Kemandirian dalam mengelola tanpa pihak asing. Itu tercatat lebih awal dari peradaban Barat. Masyarakat Inggris baru mengembangkan industri tepung pada 1600 M.

Sejak awal abad ke-9 M, peradaban kota-kota besar Muslim yang tersebar di Timur Dekat, Afrika Utara, dan Spanyol telah ditopang dengan sistem pertanian yang sangat maju, irigasi yang luas, serta pengetahuan pertanian yang tinggi.

Itulah yang membuat dunia Islam memiliki ketahanan pangan yang begitu kuat. Sejarah mencatat bahwa peradaban Muslim telah berhasil melakukan transformasi fundamental di sektor pertanian yang dikenal sebagai Revolusi Hijau Abad Pertengahan atau Revolusi.

Dengan globalisasi pertanian yang dirajut peradaban Islam, tanaman yang sangat penting itu dikembangkan masyarakat Muslim. Berkembang pesatnya sektor pertanian yang dibarengi perdagangan serta teknologi telah mendorong munculnya industri pangan. Pada era kekhalifahan, industri pangan, seperti gula dan tepung, telah berkembang pesat di dunia Islam. Wallahua’lam bi showab. (*)

Penulis: Sri Rahmayani, S.Kom (Aktivis Pemerhati Sosial dan Penggiat Literasi AMK 4)

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com