Memuat Ramadhan…
Memuat cuaca…
Opini

Moderasi Agama Sejak Dini, Tuntaskan Akar Masalah?

3809
×

Moderasi Agama Sejak Dini, Tuntaskan Akar Masalah?

Sebarkan artikel ini
Moderasi Agama Sejak Dini, Tuntaskan Akar Masalah?
Nurmia Yasin Limpo, S.S

Akar Masalah

Masalah yang menyelimuti umat yang tak kunjung usai diakibatkan sistem yang dianut saat ini. Sistem yang berasaskan pemisahan agama dari kehidupan memberi corak kehidupan manusia. Dengan sistem kapitalis menjadikan tolak ukur manusia hanya manfaat semata.

Ide liberal telah menjadi ‘darah dalam daging’ sistem kapitalis yang senantiasa bersama. Generasi muda pun dipandang sebagai komoditi yang menghasilkan manfaat. Moderasi agama yang digadang-gadang akan membasmi intoleran telah dihembuskan di lingkungan sekolah.

Moderasi agama dengan fokus pada isu intoleran. Di sekolah, para pelajar dikenalkan bagaimana sikap toleran dan melawan intoleran di lingkungan sekolah. Namun, sejatinya makna toleran sepertinya telah bergeser makna. Menerima bahkan ikut dalam perayaan atau ritual agama tertentu.

Kemudian, menganggap radikal dan intoleran ketika ada yang menolaknya. Semua itu bentuk toleransi yang keliru. Istilah ‘radikal’ dengan makna negatif keluar dari pembenci yang selalu menginginkan pergesekan antar umat beragama. Padahal, jelas faktanya dalam hal ini Islam, agama yang selalu diseret dalam isu intoleran sangat jauh dari yang dituduhkan.

Mengajari seorang Muslim bertoleransi seperti mengajari ‘ikan berenang di air’. Sejarah Islam telah mencatat bagaimana Muslim menjalankan toleransi yang sangat dikagumi umat dunia. Jauh sebelum barat dan para pembenci Islam berkoar-koar toleransi di berbagai negeri. Toleransi bukan ikut bersuka cita dengan ritual agama tertentu, tetapi membiarkan dan tidak mengganggu mereka ketika merayakan atau melakukan ritual agama mereka.

Sebab untukmu agamamu, dan untukku agamaku, dalam Islam jelas. Jadi toleransi yang diaruskan saat ini tak lepas dari  arahan dan hasil pikiran barat sendiri. Jadi, perlu kiranya untuk berhati-hati dalam merespon segala istilah yang disematkan kepada kaum Muslim.

Sebab, bisa jadi bagian stigma negatif yang digencarkan musuh Islam dalam hal ini barat/asing untuk menjauhkan umat dari syariatnya. Juga, menjadi upaya menggesekkan antar umat beragama, dimana Indonesia dikenal dengan beberapa agama. Namun tidak ditemukan gesekan yang berarti hingga isu intoleran ini mulai digulirkan di tengah masyarakat.

error: Content is protected !!