Moderasi Agama Sejak Dini, Tuntaskan Akar Masalah?

Moderasi Agama Sejak Dini, Tuntaskan Akar Masalah?
Nurmia Yasin Limpo, S.S

OPINI—Topik moderasi agama selalu  hangat diperbincangkan. Kini, moderasi agama didekatkan pada remaja yakni anak sekolah setara SMA/MAN di Makassar. Dimaksudkan untuk mengenalkan para remaja pentingnya toleransi dan melawan intoleran.

Tak tanggung-tanggung, sejumlah yayasan lokal dan Internasional ikut mendorong dan menfasilitasi agenda moderasi agama khususnya bagi remaja.

Seperti dikutip dari laman Fajar.co.id (11/5/2022), bahwa Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Hivos) bekerjasama Lembaga Advokasi dan Pendidikan Anak Rakyat (LAPAR) Sulsel didukung USAID menggelar Pertemuan Multistakeholder dan pameran karya siswa di Aula MAN 3 Makassar.

Jelas, pertemuan ini bertujuan untuk mendekatkan anak sekolah pada moderasi agama. Bagaimana mereka menjaga toleransi antar agama dan melawan bentuk intoleransi di lingkungan sekolah.

Agenda yang dihadiri oleh sejumlah kalangan, diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang Makassar, Guru, Siswa dan orang tua siswa. Tercatat 10 sekolah di Sulsel akan menyerukan toleransi.

Selain, itu kegiatan ini juga mendapat kunjungan langsung Mr. Walter dari USAID.  Melansir dari  TribunTimur.com (12/5/2022)  agenda ini digagas USAID, dengan sejumlah mitranya; dari LaPAR, HiVos, Pamflet, dan Rombak Media. LaPAR merupakan mitra USAID dan HiVOS untuk wilayah Sulsel dan timur Indonesia.

Berita Lainnya

Banyaknya program yayasan internasional dengan mengangkat isu moderasi yang ditawarkan ke sekolah-sekolah di Indonesia menjadi perhatian serius bagi kita semua. Baik itu seorang pendidik maupun orang tua.

Apa yang melatarbelakangi moderasi agama kini di dekatkan pada remaja? Mengapa isu toleransi dan intoleransi selalu menjadi ‘gorengan’ untuk menjudge sesuatu yang berbeda dengan yang lain?

Lihat Juga:  Sulitnya Memberantas Politik Dinasti dan Korupsi dalam Demokrasi

Berita terkait