Generasi Terbaik
Dalam Islam, pemuda memiliki posisi yang strategis menjadi agent of change. Bahkan, pemuda diberikan posisi mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …” (HR. Bukhori dan Muslim).
Pemuda yang kuat integritas di tengah masyarakat. Mampu menginspirasi manusia di zamannya. Tak hanya menguasai bidang ilmu sains, tetapi juga diselimuti dengan ketaqwaan kepada Allah. Itulah pemuda yang dihasilkan peradaban Islam, tatkala sistem hidup diatur oleh Islam secara kaffah.
Tercatat dalam tinta emas sejarah Islam banyak pemuda yang penuh inspirasi yang dihasilkan dari peradaban Islam. Dari zaman Rasulullah hingga runtuhnya daulah Khilafah 1924 di Turki.
Di zaman Nabi, siapa yang tidak mengenal sahabat Rasulullah Saw Mush’ab bin Umair. Ia merupakan pemuda tampan, terpandang dan terkaya di kota Makkah. Duta pertama Rasulullah untuk Madinah, tokoh yang menaklukan penduduk Madinah. Setelah memeluk Islam, ia mendedikasikan dirinya hanya untuk Islam. Bahkan, sang pemuda kharismatik ini syahid di perang Uhud. Sungguh, sangat menginspirasi meletakkan segala kesenangan dunia untuk akhirat.
Selain itu, dikenal pemuda yang tak kalah spektakuler yakni Muhammad Al Fatih di usianya 12 tahun diberi amanah untuk memimpin kaumnya. Kemudian, menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat itu (1953) di usia 21 tahun. Ia sosok pemuda tangguh pada zamannya, kuat pendiriannya dan ketaqwaan yang tak diragukan lagi. Oleh sebab itu, tidak heran Allah Swt. telah memilihnya. Bahkan, Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya akan dibuka Kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.” (HR. Imam Ahmad 4/235, Bukhori 139).
Tentunya, masih banyak pemuda-pemuda yang menginspirasi, tangguh lagi bertaqwa di sepanjang peradaban Islam. Pemuda yang berhasil mengukir prestasi melampaui batas usianya. Hingga saat ini, mereka selalu menjadi inspirasi dunia khususnya bagi pemuda Muslim sendiri.
Disamping Islam telah menetapkan konsep metode pembelajaran bagi pelajar, yakni pembahasannya sangat mendalam, hasil pembahasan harus diyakini secara pasti, mengambilnya secara praktis untuk diterapkan dalam kancah kehidupan.
Oleh sebab itu, dibutuhkan seperangkat aturan yang mampu menerapkan konsep pembelajaran Islam agar melahirkan generasi tangguh dan bertakwa. Institusi yang berlandaskan hukum syariah yang diterapkan secara kaffah akan mengantarkan pada generasi menjadi pelanjut peradaban gemilang.
Generasi yang tak mudah terbawa arus moderasi ala barat. Bahkan, mereka menjadi bagian dari penentang kekufuran. Yang senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat. Mereka tidak sedikitpun takut pada pembenci Islam, sebab mereka hanya takut kepada Allah SWT.
Semoga Allah mendatangkan pertolongan-Nya dengan terterapkannya Islam secara kaffah dan menganugerahkan bangsa ini generasi terbaik, Aamin. Wallahu’alam. (*)
Penulis: Nurmia Yasin Limpo, S.S
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












