MAKASSAR – Musim kemarau mulai berlansung disejumlah wilayah.selain kekeringan, bahaya kebakaran hutan juga mengintai. Bahkan saat ini badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) mendeteksi ada sejumlah titik panas (hotspot) yg berpotensi memicu kebakaran hutan di Sulsel.

Pemerintah Provinsi Sulsel, melalui Dinas Kehutanan Provinsi sulsel,terus melakukan pemantauan dan pengawasan termasuk himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan perambahan hutan dengan metode pembakaran lahan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, Ir.H. Muhammad Tamzil MP, IPU, mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan dari satelit, termasuk mengidentifikasi kawasan yang rawan kebakaran hutan seperti di kabupaten Luwu Timur dan Gowa.

Ir H Muhammad Tamzil MP, IPU, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Sulsel. (foto: dok).
Ir H Muhammad Tamzil MP, IPU, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Sulsel. (foto: dok).

“Pemantauan dan pengawasan terus dilakukan, selama memasuki musim kemarau, karena resiko kebakaran hutan bisa saja terjadi,termasuk mengindentifikasi daerah yang dianggap rawan seperti dikabupaten Luwu Timur dan kabupaten Gowa,” Ungkap Tamzil belum lama ini.

“Resiko kebakaran hutan disulsel disebabkan oleh berbagai hal diantaranya perambahan hutan oleh masyarakat yang membuka lahan atau mengambil kayu,” Jelasnya.

Tamzil lebih jauh mengaku,pemerintah provinsi sulsel melalui dinas Kehutanan sulsel,terus mengintensifkan dan mensosialisasikan Penyadaran kepada masyarakat agar tidak melakukan perambahan hutan apa lagi dengan metode pembakaran lahan.

“Sosialiasai dan penyadaran masyarakat untuk tidak melakukan perambahan hutan dengan metode pembakaran lahan terus dilakukan,termasuk upaya penindakan,” Tegas Tamzil.

Dinas Kehutanan Provinsi sulsel juga bekerjasama dengan semua dinas terkait termasuk Badan penangulangan Bencana Daerah (Bpbd) dalam melakukan penanganan dan pencegahan kebakaran hutan,agar lebih cepat dan efektif.

Adapun angka ilegal logging sejak tahun 2017 sebanyak 16 meter kubik dan kejadian kebakaran hutan seluas 9,18 hektar, kawasan hutan di Sulsel sesuai sk menteri kehutanan no 434 /menhut-ll/2009 tentang penunjukan kawasan hutan dan konservasi perairan diwilayah provinsi sulsel seluas 2.725.796 hektare, atau 59,56 persen dari luas wilayah provinsi sulsel.kawasan tersebut terdiri dari 2.145.031 hektar (dataran dan 580.765 hektar (perairan). [*]