PANGKEP—Opening Pekan literasi Pangkep (PLP) secara resmi dibuka oleh Bupati Kabupaten Pangkep Muhammad Yusran Lologau dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembagunan, Ir. Akbar Yunus di Hutan Kota, Kabupaten Pangkep, Rabu (15/11/2023) kemarin malam.
Kegiatan pembukaan Pekan literasi Pangkep di awali dengan berbagai penampilan dari berbagai komunitas dengan gelaran seni dan pentas musik untuk meriahkan pembukaan tersebut.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Pangkep, Dr. Herlina dalam sambutannya mengatakan, dalam kegiatan pembukaan pekan literasi Pangkep mungkin banyak yang bertanya apa output dari sebuah kegiatan seperti ini.
Dikatakan bahwa banyak hal yang bisa disimpulkan sebagai bagian dari literasi, semua kegiatan dalam upaya mencerdaskan bangsa dan mencerdaskan masyarakat itu adalah bagian dari literasi.
“Bagaimana kita memahami, bagaimana suara individu, bagaimana seorang kelompok dalam mengembangkan sebuah keterampilannya, sebuah pengetahuannya dan yang terutama saat ini kita coba untuk selalu utamakan adalah transformasi ilmu,” ucapnya.
Dr Herlina menjelaskan, perpustakaan masuk desa, masuk di Kelurahan. Bukan hanya di sekolah-sekolah. Saat ini sudah ada empat Desa Mandiri, dalam hal ini dibantu secara langsung dari Perpusnas pusat yaitu desa taraweang, Desa Bara Batu, Desa Biring Ere dan Desa Panaikang. Mereka dibantu berupa perpustakaan dengan 150 judul buku, 300 eksemplar komputer dan beberapa Perangkat lainnya.
“Diharapkan desa kelurahan yang lain juga dapat melakukan pendekatan-pendekatan maupun berkunjung ke dinas perpustakaan agar kita dapat berkolaborasi bersama teman-teman dari para penggiat literasi,” ujar Herlina.
Kadis Pusip Pangkep ini juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Volunteer dari berbagai nama Komunitas/Organisasi yang tergabung dalam kolaborasi Panitia PLP 2023, yang telah memaksimalkan ilmu seni dalam membangun dan menghidupkan hutan kota ini ada satu misi dari pemerintah.
“Opening ceremony PLP kita laksanakan di hutan kota ini, kita ingin ada move on dari para UMKM agar Pangkep kota Pangkajene dalam menghadapi Adipura tertata dengan baik”
“Hutan kota itu adalah salah satu misi dari pemerintah, kenapa kita mencoba berkolaborasi di tempat ini walaupun dengan waktu yang sangat minim dengan dari kita saja bagaimana menilai aspek seni dari situasi di dalam hutan kota ini”
Ia berharap melalui pekan literasi ini dapat membangun kemitraan yang kuat antara semua pihak yang terlibat sehingga menarik yang akan dilaksanakan pada kegiatan sepekan berupa lomba workshop dialog dan bedah buku.
“Sepekan ini kita semua dapat berpartisipasi diharapkan dari Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk bisa menghimbau kepada anak didik untuk bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan lomba menggambar lomba melukis lomba bercerita karena saatnya sekarang kita memberikan kebebasan berkolaborasi dalam transformasi ilmu kepada anak-anak kita,” papar Herlina.
Ia berpesan, jangan biarkan anak-anak jadi generasi merunduk yang hanya menatap Handphone saja. “Jadikan anak-anak kita dinamis untuk selalu berdiskusi berdialog dan berani mengemukakan pendapatnya,” jelas Kadispusip Pangkep ini.

Sementara dalam sambutannya Bupati Pangkep H. Muh.Yusran Lalogau yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ir. Akbar Yunus menyampaikan bahwa pekan Literasi Pangkep telah menjadi wadah penting bagi semua untuk mempromosikan dan menggalakkan literasi di tengah masyarakat kita yang beragam.
Tema pada tahun ini adalah “kolaborasi bagi literasi” yang diangkat dalam acara ini menjadi pilar utama dalam menghadirkan perubahan nyata dalam dunia literasi di Kabupaten Pangkajene dan kepulauan
Ia juga menyampaikan, bahwa kolaborasi adalah kunci kesuksesan dalam setiap pembangunan dan liberasi, pondasi bagi Kemajuan dan perkembangan yang berkelanjutan dan mencapainya.
“Kita perlu bekerja bersama sebagai satu komunitas yang kuat kami percaya dengan kebersamaan dan berkolaborasi kita dapat menciptakan perubahan signifikan dalam taraf literasi di Kabupaten Pangkajene dan kepulauan,” ucapnya.
“Dalam acara ini kita melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, sekolah, perpustakaan, komunitas, organisasi masyarakat dan sektor swasta. Semua ini memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi di daerah kita.
“Mari kita tingkatkan kerjasama dan kolaborasi antara semua pihak sehingga kita dapat merancang program-program literasi yang lebih efektif menjangkau lebih banyak orang dan meningkatkan minat baca serta pemahaman masyarakat terhadap pentingnya literasi,” ucapnya saat membuka PLP 2023.
Seperti yang sudah disampaikan oleh ketua panitia bahwa banyak sekali kegiatan yang akan kita lakukan, mulai besok pagi. Ada story telling di Dinas Perpustakaan dan bedah buku serta pentas-pentas seni di panggung ini. (*)













