Penguatan Peran Pendampingan
Peran penting pendampingan untuk UMKM Naik Kelas dilihat dari studi National Business Incubation Association (NBIA) tahun 2010 bahwa pendampingan dapat meningkatkan persentase keberhasilan bisnis hingga 87% atau hampir 2x lipat lebih tinggi dari pada bisnis yang tidak didampingi.
Pendampingan UMKM ini merupakan rangkaian intervensi dengan kejelasan indikator capaian, dilakukan secara berkelanjutan selama periode tertentu melalui suatu proses seleksi berbasis data.
Pendampingan UMKM Naik kelas dilakukan melalui strategi 5-Go yaitu Go Digital, Go SDG’s, Go Global Standard, Go Modern, dan Go Formal.
Peran pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, disamping harus juga ada keinginan yang kuat dari pelaku UMKM agar bisa naik kelas melalui inovasi dan kreatifitas dalam pengembangan usahanya.
Koloborasi multipihak pengembangan UMKM ini diwujudkan adalah kerjasama yang terdiri dari akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media atau yang dikenal dengan sinergi pentahelix.
Pendampingan UMKM Naik kelas ini mengacu pada visi membangun struktur UMKM yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing global.
Tantangan terbesarnya pada orkestrasi ekosistem yang peduli dan punya program untuk UMKM naik kelas, dilakukan dengan penguatan kompetensi pendamping, dilakukan secara tematik, paket, pendampingan penuh serta peningkatan literasi digital.
Langkah menata orkestrasi untuk mewujudkan kolaborasi dalam pendampingan UMKM naik kelas harus mulai dilakukan dengan lebih terstruktur serta penyusunan roadmap pendampingan UMKM naik kelas berbasis kompetensi dan portofolio. (*)
Penulis: Bahrul ulum Ilham (Dosen ITB Nobel dan Konsultan PLUT Sulsel)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













