PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaJalan Mawas Disterilkan Total Usai Penikaman Ojol, Parkir Resmi dan Liar DilarangCing Cangkeling, Cerita Kopi Keluarga dari Mandalagiri ke Cangkir Penikmat KopiRaih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Sidrap Diganjar Bantuan Rp1 MiliarPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Karhutla Parepare Tembus 257 Kasus, Lima Hektare Lahan Terbakar dalam SemalamJorge Martin Kembali Geser Marquez di Puncak Klasemen Sementara GP 2026Kijang Kapsul Masih Diburu di Makassar, Harga Bekas Bisa Tembus Rp100 JutaJalan Mawas Disterilkan Total Usai Penikaman Ojol, Parkir Resmi dan Liar DilarangCing Cangkeling, Cerita Kopi Keluarga dari Mandalagiri ke Cangkir Penikmat KopiRaih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Sidrap Diganjar Bantuan Rp1 Miliar
Opini

Pahlawan dan Pemuda Era Milenial

1663
×

Pahlawan dan Pemuda Era Milenial

Sebarkan artikel ini
Pahlawan dan Pemuda Era Milenial
M. Rusdi, M.Pd (Dosen Ilmu Pendidikan Sosiologi Universitas Iqra Buru)

OPINI—Pahlawan dalam bahasa Inggris disebut “hero” yang berarti suatu sosok manusia  yang legendaris dalam mitologi yang dikaruniai kekuatan yang luar biasa, keberanian, kemampuan dan diakui sebagai keturunan dewa. Dalam cerita perwayangan tentang tokoh yang dikenal dengan nama Arjuna dari Pandawa dan dinilai sebagai pahlawan yang membela kebenaran dari kebatilan.

Pahlawan, juga sering dikaitkan  dengan suatu keberhasilan atau prestasi gemilang pada bidang kemiliteran. Namun pada umumnya pahlawan adalah seseorang yang memiliki jiwa sosial tinggi, berbakti kepada masyarakat, negara, bangsa atau umat manusia tanpa mengenal kata menyerah. Sehingga timbul kerelaan untuk berkorban dengan dilandasi sikap tanpa pamrih.

Seseorang yang dengan sepenuh hati mencintai negaranya, maka dengan suka rela ia juga akan berkorban demi kelestarian dan kemajuan negaranya, sehingga ia bisa disebut juga sebagai patriot. Tipologi pahlawan pun cukup banyak, secara spesifik ditentukan oleh kontribusi atau prestasi yang disumbangkannya, misal; pahlawan kemanusiaan, pahlawan nasional, pahlawan pejuang kemerdekaan, pahlawan revolusi, pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan kesiangan, dll.

Pemaknaan pahlawan menurut pemuda di era kemerdekaan, dengan pemuda era milenial memiliki perbedaan penafsiran. Hal ini dipicu karena adanya perbedaan era atau konteks lingkungan yang dialami sehingga melahirkan suatu persepsi atau definisi tersendiri bagi mereka terkait tentang kepahlawanan.

Pemuda milenial bisa jadi mereka mempunyai pahlawannya tersendiri yang tidak mereka peroleh dari hafalan-hafalan buku sejarah yang diajarkan di sekolah. Pelajaran sejarah hanya berhenti pada glorifikasi masa lalu yang tidak relevan dengan konteks sekarang. Sehingga bukan sesuatu yang baru ketika pemuda milenial memiliki kecenderungan untuk lebih mengenal dan mengetahui biografi tokoh-tokoh fiksi superhero dalam film daripada biografi pahlawan kemerdekaan.

Penafsiran pemuda milenial tentang pahlawan seharusnya diajarkan dalam buku pelajaran sejarah bahwa pahlawan tidak mesti harus tokoh perjuang kemerdekaan. Namun, pahlawan bisa berasal dari kalangan individu yang memberikan kontribusi positif terhadap kemanusiaan, lingkungan hidup, pendidikan dan lembaga-lembaga sosial lainnya.

Dan merupakan sesuatu yang unik ketika pahlawan kemerdekaan yang mendapat kedudukan tertinggi sebagai pahlawan yang tercatat dalam buku sejarah. Tapi justru tidak tercermin ketika ditanyakan pada kaum muda terkait tentang nilai-nilai kepahlawanan yang mereka pahami.

Agenda dalam memajukan kesejahteraan umum di segala bidang adalah salah satu tujuan kemerdekaan, seharusnya hal ini dinarasikan dalam buku sejarah ketika membicarakan nilai-nilai kepahlawanan.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com