Beranda » News » Pasca Gempa di Sumbawa, Peringatan Tsunami di Cabut
News

Pasca Gempa di Sumbawa, Peringatan Tsunami di Cabut

SUMBAWA – Peringatan dini tsunami pasca gempa berkuatan 7 SR yang mengguncang kawasan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu malam (5/8/2018) telah dicabut.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika BMKG Pusat mencabut peringatan itu sekitar satu jam setelah gempa pertama terjadi jam 6.46 WIB. Sebelumnya peringatan dengan status “waspada” dikeluarkan bagi warga yang berada di Lombok Barat dan Lombok Timur bagian utara.

Status “waspada” ini berarti pemerintah daerah di lokasi harus segera mengarahkan warga menjauhi pantai dan tepi sungai karena kemungkinan air laut akan naik hingga kurang dari setengah meter.

“Meski prediksi gelombang paling tinggi hanya setengah meter, tapi kami minta masyarakat segera jauhi bibir pantai dan mencari tempat yang jauh lebih tinggi. Upayakan tetap tenang dan tidak panik,” ujar Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati beberapa saat setelah terjadinya gempa.

Sementara itu dua bandara yang sempat terkena dampak gempa, yaitu bandara Lombok Praya di Lombok dan bandara Ngurah Rai di Bali, kini kembali beroperasi normal.

Tidak ada kerusakan pada fasilitas sisi udara (airside), seperti runway, taxiway dan apron. Meskipun demikian kerusakan kecil tampak terjadi pada fasilitas di dalam terminal.

Aliran listrik yang sempat padam kini sudah berfungsi kembali.

Demikian pula staf bandara dan calon penumpang yang sempat dievakusi ke titik evakuasi di luar terminal, kini sudah kembali ke ruang tunggu menanti penerbangan mereka.

Gempa kuat terasa di Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Bali hingga ke sebagian daerah di Jawa Timur. Dampak gempa paling kuat terasa di kota Mataram, yang mengakibatkan sejumlah bangunan roboh, aliran listrik padam dan sebagian jalur komunikasi terputus. Warga juga berhamburan ke luar rumah. [voa/4ld]