PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Cerminan Sistem Pendidikan yang Gagal • LPS Tanamkan Budaya Menabung ke 1.000 Pelajar Sulsel • Ari Ashari Ilham Tekankan Pengawasan DPRD Harus Berdampak pada Pelayanan Publik • Munafri Bawa Makassar Raih Penghargaan Kota Terbaik TP2DD 2026 • Andi Sudirman Ungkap Strategi Sulsel Percepat Ekonomi dan Keuangan Digital • 593 Anggota BPD Jeneponto Dilantik, Paris Yasir Tekankan Amanah dan Sinergi Desa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • 24 Persen Siswa Indonesia Alami Bullying, Cerminan Sistem Pendidikan yang Gagal • LPS Tanamkan Budaya Menabung ke 1.000 Pelajar Sulsel • Ari Ashari Ilham Tekankan Pengawasan DPRD Harus Berdampak pada Pelayanan Publik • Munafri Bawa Makassar Raih Penghargaan Kota Terbaik TP2DD 2026 • Andi Sudirman Ungkap Strategi Sulsel Percepat Ekonomi dan Keuangan Digital • 593 Anggota BPD Jeneponto Dilantik, Paris Yasir Tekankan Amanah dan Sinergi Desa •
Makassar

Pemkot Makassar dan BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi untuk Percepatan Penurunan Stunting

280
×

Pemkot Makassar dan BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi untuk Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini
Pemkot Makassar dan BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi untuk Percepatan Penurunan Stunting
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (11/3/2025). Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Makassar melalui berbagai program strategis.

MAKASSAR—Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Wali Kota Makassar, Selasa (11/3/2025). Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Makassar melalui berbagai program strategis.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin, mengapresiasi peran Aliyah Mustika Ilham yang telah lama berkontribusi dalam program kependudukan, baik saat menjabat sebagai anggota DPR RI maupun dalam perannya saat ini sebagai Wakil Wali Kota. Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang lebih erat akan menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka stunting di Makassar.

“Sinergi antara BKKBN dan Pemkot Makassar sangat penting dalam percepatan penurunan stunting. Kami siap mendukung program-program yang dicanangkan Pemkot untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup,” ujar Shodiqin.

Menanggapi hal tersebut, Aliyah Mustika Ilham menekankan pentingnya langkah konkret dan evaluasi yang berkelanjutan untuk mencapai target penurunan stunting dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami membutuhkan masukan terkait langkah prioritas yang harus segera dioptimalkan. Saya berharap dalam 3-4 bulan ke depan, angka stunting di Makassar dapat turun secara signifikan,” tegasnya.

Selain mengintegrasikan program BKKBN dengan kebijakan nasional, Pemkot Makassar juga berencana memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai bentuk intervensi berbasis masyarakat. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan warga dalam pemenuhan gizi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, turut menyoroti pentingnya dukungan lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting. Ia menyampaikan bahwa penyediaan alat pendeteksi stunting yang telah didistribusikan ke lebih dari 100 posyandu menjadi salah satu langkah konkret dalam mengatasi permasalahan ini.

Audiensi ini turut dihadiri sejumlah pejabat terkait dari Pemkot Makassar dan perwakilan BKKBN Sulsel. Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan program penurunan stunting di Makassar dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*/70n/Ag4ys/4dv)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com