PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.4 Tahun Makan Debu, Warga Bone Menangis Lihat Jalan Ujung Lamuru–Palattae Mulai MulusTim PPK Ormawa BKMF SINAPSIS FIKK UNM Paparkan Inovasi Baruga SIPAKATAU di PKP InternalAbu Gunung Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Siaga Evakuasi dan Tangani Warga TerdampakGerbang Tani Kecam Nusron Wahid Soal “Aksi Sepihak”, Desak RUU Reforma Agraria Segera DisahkanMartín Diburu Márquez dan Bezzecchi, Mandalika Bisa Jadi Titik Balik Perebutan Juara DuniaPengurus OSIS PWU Dilatih Kritis Bermedia dan Berani Menulis BeritaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.4 Tahun Makan Debu, Warga Bone Menangis Lihat Jalan Ujung Lamuru–Palattae Mulai MulusTim PPK Ormawa BKMF SINAPSIS FIKK UNM Paparkan Inovasi Baruga SIPAKATAU di PKP InternalAbu Gunung Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Siaga Evakuasi dan Tangani Warga TerdampakGerbang Tani Kecam Nusron Wahid Soal “Aksi Sepihak”, Desak RUU Reforma Agraria Segera DisahkanMartín Diburu Márquez dan Bezzecchi, Mandalika Bisa Jadi Titik Balik Perebutan Juara DuniaPengurus OSIS PWU Dilatih Kritis Bermedia dan Berani Menulis Berita
Hukum

Polda Sulsel Bongkar Sindikat BBM Subsidi, Kapal Tanker Jadi Modus Penyelundupan ke Kalimantan

195
×

Polda Sulsel Bongkar Sindikat BBM Subsidi, Kapal Tanker Jadi Modus Penyelundupan ke Kalimantan

Sebarkan artikel ini
Polda Sulsel Bongkar Sindikat BBM Subsidi, Kapal Tanker Jadi Modus Penyelundupan ke Kalimantan
Praktik penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dalam skala besar berhasil dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan. Sebanyak 120.000 liter atau 120 kiloliter biosolar subsidi disita dari jaringan yang diduga mengalirkan BBM bersubsidi ke luar daerah menggunakan kapal tanker.

MAKASSAR—Praktik penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dalam skala besar berhasil dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan. Sebanyak 120.000 liter atau 120 kiloliter biosolar subsidi disita dari jaringan yang diduga mengalirkan BBM bersubsidi ke luar daerah menggunakan kapal tanker.

Kasus ini mengungkap modus distribusi ilegal yang melibatkan pelansir, gudang penampungan, perusahaan pelayaran, hingga pengiriman melalui jalur laut menuju Kalimantan.

Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, mengatakan pengungkapan bermula dari operasi gabungan Ditreskrimsus dan Kodaeral VI pada 26 Februari 2026. Saat itu, petugas menemukan tujuh truk tangki yang sedang menyalurkan BBM ke kapal SPOB (Self Propelled Oil Barge).

Temuan tersebut menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

“Dari hasil pengembangan, penyelidikan mengarah pada perjalanan kapal tanker MT Bakri I yang diduga membawa BBM subsidi menuju Kalimantan Tengah,” ujar Kapolda, Selasa (2/6/2026).

Dalam penyelidikan awal, petugas hanya menemukan dokumen invoice yang mencantumkan muatan 30 kiloliter biosolar. Namun fakta di lapangan menunjukkan volume yang diangkut jauh lebih besar.

“Kami menemukan invoice hanya 30 kiloliter. Tetapi saat dilakukan pendalaman, muatan yang dibawa ternyata mencapai ratusan kiloliter,” ungkapnya.

Dari operasi tersebut, polisi menyita dua kapal SPOB, satu kapal tanker MT Bakri I beserta dokumen pelayarannya, dua mesin alkon lengkap dengan selang sepanjang 500 meter, serta 120 kiloliter biosolar subsidi yang diduga berasal dari pengumpulan BBM di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan.

Penyidik telah menetapkan tujuh tersangka, masing-masing berinisial SD, AD, FA, ASY, SG, RN, dan RG. Empat nama lainnya yakni AD, FA, RN, dan MG masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolda menjelaskan, tiga tersangka diketahui merupakan pimpinan perusahaan yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi ilegal tersebut. Sementara lainnya berperan sebagai pemasok, perantara pembelian, pelansir, hingga pemilik gudang penyimpanan BBM.

SD diketahui menjabat Kepala Cabang PT Sri Karya Sukses dan PT Sri Karya Lintasindo. AD merupakan Direktur Utama PT Sri Karya Shipping, sedangkan FA menjabat Komisaris perusahaan tersebut.

Adapun ASY berperan membeli dan menyuplai biosolar kepada AD. SG bertindak sebagai perantara transaksi dari ASY kepada RN. Sementara RN dan MG diduga menjadi pelansir sekaligus pemilik gudang penyimpanan BBM.

Menurut Kapolda, pengungkapan kasus ini memerlukan proses panjang karena penyidik harus menelusuri dokumen dan jalur distribusi BBM hingga lintas provinsi.

Fakta yang ditemukan semakin menguatkan dugaan adanya praktik penyalahgunaan BBM subsidi dalam jumlah besar.

“Titik awalnya dari invoice 30 kiloliter. Namun setelah ditelusuri, faktanya saat berada di wilayah Kalimantan Tengah jumlahnya mencapai sekitar 700 kiloliter. Dari situlah penyelidikan terus berkembang,” katanya.

Proses penyitaan kapal tanker juga tidak mudah. Kapal MT Bakri I yang menjadi barang bukti diketahui mengalami kerusakan sehingga harus dibawa ke Sulawesi Selatan dalam kondisi terbatas.

Perjalanan laut tersebut memakan waktu hingga delapan hari. Bahkan proses mengangkat jangkar kapal membutuhkan waktu sekitar tiga hari karena kondisi kapal yang tidak memungkinkan untuk beroperasi normal.

Polda Sulsel memastikan penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan penyelundupan BBM subsidi tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya aliran distribusi ke wilayah lain di luar Sulawesi Selatan dan Kalimantan. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com