Advertisement - Scroll ke atas
Opini

Radikalisme Pendidikan Mungkinkah Digiring ke arah Ambigu?

1045
×

Radikalisme Pendidikan Mungkinkah Digiring ke arah Ambigu?

Bagikan berita ini
Radikalisme Pendidikan Mungkinkah Digiring ke arah Ambigu?
Sri Rahmayani, Aktivis Pemerhati Sosial dan Pegiat Literasi AMK 4.

Ini akibat terterapkannya sistem pendidikan yang salah arah, sistem pendidikan yang sellau membedakan antara berbicara kehidupan umum dan berbicara agama. Sehingga ketika ada hal yang menguntungkan posisi agama dijauhkan.

Advertisement
Scroll untuk melanjutkan

Pendidikan menuju arah yang lurus

Untuk mendapatkan pendidikan yang layak bukan dengan melihat seberapa mahal sekolah tersebut. Melainkan dengan melihat pendidiknya yang berkualitas. Robert L. Gullick Jr. dalam  bukunya Muhammad, The Educator menyatakan: “Muhammad merupakan seorang pendidik yang membimbing manusia menuju kemerdekaan dan kebahagiaan yang lebih besar.”

Tidak dapat dibantah lagi bahwa Muhammad sungguh telah melahirkan ketertiban dan stabilitas yang mendorong perkembangan Islam, suatu revolusi sejati yang memiliki tempo yang tidak tertandingi dan gairah yang menantang.

Hanya konsep pendidikan yang paling dangkal lah yang berani menolak keabsahan meletakkan Muhammad diantara pendidik-pendidik besar sepanjang masa, karena—dari sudut pragmatis—seorang yang mengangkat perilaku manusia adalah seorang pangeran di antara pendidik”.

Untuk mendapatkan pendidik yang berkualitas mesti ditopang dengan sistem pendidikan yang sesuai serta kurikulum yang benar. Sejatinya Rasulullah SAW yang yang telah mencontohkan dalam sistem pendidikan Islam.

Sistem Pendidikan Islam adalah keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bekerja sama atau unsur-unsur yang disusun secara teratur dan saling berkaitan, dalam rangka membentuk manusia yang berkepribadian muslim berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam yang berdasarkan kepada Al-Qur’an dan al-Sunnah. Wallahua’lam bi showab. (*)

Penulis: Sri Rahmayani, S.Kom (Aktivis Pemerhati Sosial dan Pegiat Literasi AMK 4 )

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.