PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.4 Tahun Makan Debu, Warga Bone Menangis Lihat Jalan Ujung Lamuru–Palattae Mulai MulusTim PPK Ormawa BKMF SINAPSIS FIKK UNM Paparkan Inovasi Baruga SIPAKATAU di PKP InternalAbu Gunung Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Siaga Evakuasi dan Tangani Warga TerdampakGerbang Tani Kecam Nusron Wahid Soal “Aksi Sepihak”, Desak RUU Reforma Agraria Segera DisahkanMartín Diburu Márquez dan Bezzecchi, Mandalika Bisa Jadi Titik Balik Perebutan Juara DuniaPengurus OSIS PWU Dilatih Kritis Bermedia dan Berani Menulis BeritaPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.4 Tahun Makan Debu, Warga Bone Menangis Lihat Jalan Ujung Lamuru–Palattae Mulai MulusTim PPK Ormawa BKMF SINAPSIS FIKK UNM Paparkan Inovasi Baruga SIPAKATAU di PKP InternalAbu Gunung Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Siaga Evakuasi dan Tangani Warga TerdampakGerbang Tani Kecam Nusron Wahid Soal “Aksi Sepihak”, Desak RUU Reforma Agraria Segera DisahkanMartín Diburu Márquez dan Bezzecchi, Mandalika Bisa Jadi Titik Balik Perebutan Juara DuniaPengurus OSIS PWU Dilatih Kritis Bermedia dan Berani Menulis Berita
Hukum

Sony Sonjaya Ungkap Ada Sosok Berpengaruh di Balik Kasus MBG, Siapa Mereka?

234
×

Sony Sonjaya Ungkap Ada Sosok Berpengaruh di Balik Kasus MBG, Siapa Mereka?

Sebarkan artikel ini
Sony Sonjaya Ungkap Ada Sosok Berpengaruh di Balik Kasus MBG, Siapa Mereka?
Nama Sony Sonjaya terus menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) itu kini disebut siap membuka fakta-fakta baru yang selama ini belum terungkap.

JAKARTA—Nama Sony Sonjaya terus menjadi sorotan setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2025-2026. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) itu kini disebut siap membuka fakta-fakta baru yang selama ini belum terungkap.

Sebelum terseret kasus hukum, Sony dikenal sebagai sosok yang lantang membantah isu jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Bahkan, sehari sebelum dicopot dari jabatannya, purnawirawan jenderal polisi tersebut masih menyatakan dirinya tidak pernah terlibat dalam praktik tersebut dan mengaku telah mengumpulkan berbagai bukti dugaan transaksi ilegal di lapangan.

Namun situasi berubah drastis setelah Kejaksaan Agung menetapkannya sebagai tersangka bersama mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung. Ketiganya diduga terlibat dalam manipulasi kemitraan SPPG dan penggelembungan anggaran pengadaan barang serta jasa dalam program MBG yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Di tengah proses hukum yang berjalan, kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa kliennya mengaku kerap mendapat arahan dari pihak-pihak yang memiliki pengaruh besar saat bertugas di BGN. Menurut Krisna, Sony bahkan menyebut dirinya sulit menolak permintaan dari sosok-sosok tersebut.

“Kalau kau jadi aku, kau juga enggak mampu nolak orang itu,” kata Krisna menirukan pernyataan kliennya. Ia mengklaim pihak yang disebut Sony bukan hanya berasal dari satu kelompok, melainkan melibatkan puluhan nama dari berbagai kalangan, mulai unsur eksekutif, legislatif hingga organisasi tertentu.

Pengakuan itu menjadi salah satu alasan Sony berkeinginan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC). Melalui tim kuasa hukumnya, ia disebut siap bekerja sama dengan penyidik untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Permohonan resmi JC rencananya akan diajukan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dalam waktu dekat.

Selain itu, Sony juga sempat menjadi perhatian setelah mengakui anaknya memiliki dua dapur MBG. Ia membantah tudingan yang menyebut keluarganya mengelola tujuh dapur. Menurutnya, angka tersebut kemungkinan berasal dari penggabungan beberapa dapur yang dikelola bersama rekan-rekan anaknya melalui sebuah yayasan.

Sorotan lain muncul dari laporan harta kekayaan Sony. Dalam LHKPN yang disampaikan pada Maret 2026, total kekayaannya tercatat mencapai Rp12,98 miliar, melonjak sekitar Rp12 miliar dibandingkan laporan tahun sebelumnya. Kenaikan terbesar berasal dari aset properti yang nilainya mencapai lebih dari Rp10 miliar dan tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Kini, di tengah upaya menjadi justice collaborator, publik menanti sejauh mana pengakuan Sony mampu mengungkap pihak-pihak yang disebut memiliki pengaruh besar dalam tata kelola program MBG. Kasus ini menjadi salah satu perkara korupsi yang paling menyita perhatian karena menyangkut program prioritas pemerintah yang ditujukan untuk pemenuhan gizi masyarakat. (Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com