OPINI—Baru-baru ini publik kembali dihebohkan dengan kasus KDRT yang dialami oleh salah satu artis tanah air. Namun pasalnya, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu bukan kali pertama terjadi dan bukan hanya terjadi dikalangan artis saja, tetapi juga terjadi di hampir semua rumah tangga.
Pemkot Yogyakarta mencatat 156 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi diwilayahnya sepanjang 2022 ini. Dari rentetan kasus tersebut, 24 di antaranya berlanjut hingga meja hijau. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogya Edy Muhammad, menuturkan, bahwa data tersebut merupakan rangkuman insiden KDRT yang terjadi hingga bulan Agustus.
Kasus KDRT itu yang tercatat dalam Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA). Korbannya itu tidak hanya perempuan, tapi anak-anak juga, termasuk di dalamnya kekerasan seksual.
Edy menjelaskan, maraknya kasus KDRT tersebut, disikapi instansinya dengan memperpanjang sinergitas bersama Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) kota Yogyakarta. Karenanya, ia memastikan, Peradi masih siap pasang badan untuk memberikan pendampingan dan pertimbangan hukum bagi mereka yang mengalami KDRT. (tribunjogja.com, 02/10/2022)
Senada dengan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga juga mengajak masyarakat berani angkat bicara apabila menjadi korban atau sebagai saksi pelecehan seksual ke perempuan dan anak.
“Pada kesempatan ini, kami sampaikan tidak pernah berhenti dari tahun 2020 untuk mengkampanyekan dare to speak up, akan menjadi penting bahwa tidak hanya korban yang melaporkan, tetapi yang mendengar, melihat juga harus melaporkan,” kata Bintang dalam kampanye bertajuk Ayo Stop Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak saat di Car Free Day di kawasan Sudirman, Jakarta. (kompas.com, 25/9/2022).
Maraknya pemberitaan soal kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta kekerasan seksual tak terkecuali yang berujung pada hilangnya nyawa seharusnya menjadi pengingat berharga bagi kita semua betapa kekerasan tersebut bukanlah hal yang sepele. Butuh perhatian khusus yang bukan hanya kecaman atau dengan speak up semata.













