MEDIASULSEL.com – Puluhan pelajar SMA Negeri 1 Maros berunjuk rasa dihalaman kantor DPRD kabupaten Maros, Jl. Lanto Dg Pasewang Maros. Mereka mempertanyakan soal status oknum pelajar mesum yang tidak di keluarkan dari sekolah, Selasa (13/9/2016).
Polemik pelajar mesum yang dilakukan oleh 2 pasang pelajar SMA Negeri 1 Maros, terjadi beberapa minggu lalu menimbulkan masalah baru. Video dua siswa asal Maros yang sedang bermesraan di sebuah Cafe di Jl. Azalea, Maros beredar media sosial.
Video berdurasi 20 detik itu, diduga tersebut mirip dengan siswa berinisial FR dan AA, salah satu pelajar SMA Negeri 1 di Maros.
Sementara itu, kebijakan hasil rapat dewan guru sepakat mengeluarkan siswa tersebut namun dianulir oleh Komisi III DPRD Maros dan Dinas Pendidikan Maros yang berujung dengan aksi demo ratusan pelajar SMAN 1 Maros di Kantor Dinas Pendidikan Maros dan Kantor DPRD Maros.
Menurut kordinator aksi, Muh Syahrul Fajar mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan sikap arogansi dari pihak Dinas Pendidikan dan Anggota DPRD Komisi III Maros yang mengintervensi kebijakan sekolah dengan menolak siswa mesum tersebut dikeluarkan.
“Kami tidak terima kalau ada siswa mesum sekolah di SMA satu. Dia sudah mencoreng nama sekolah kami. Ini memalukan,” kata Kordinator aksi, Muh Syahrul Fajar
Syahrul menambahkan bahwa ini jelas memalukan bagi sekolah kami, DPRD Maros dan Dinas Pendidikan tidak memikirkan dampak psikis bagi kami semuanya, kebanggaan menggunakan seragam SMAN 1 Maros memudar akibat sangsi sosial dari masyarakat.
Ditempat terpisah, Wakil Ketua SAPMA, Denny Santoso mengaku prihatin dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh adik-adik pelajar karena tanpa mengantongi surat izin dari pihak kepolisian.
“Saya sesalkan adik-adik melakukan aksi unjuk rasa tersebut tanpa pendampingin para pihak guru, malahan guru-guru sedang asik makan buras secara bersama dilingkup sekolah, kemudian fotonya diunggah oleh beberapa pihak guru ke akun facebooknya, kami kecewa,” jelas Denny yang juga alumni SMAN 1 Maros. (*)













