Kebutuhan Rakyat Wajib Dipenuhi
Berbeda dengan sistem Islam. Bagi Islam, anak bukan sekadar aset masa depan, tetapi mereka adalah bagian dari masyarakat yang wajib dipenuhi kebutuhannya. Dengan demikian, negara akan berusaha sekuat tenaga melakukannya.
Mulai dari penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai atau gratis, pemenuhan gizi yang tercukupi, kaya ataupun miskin, hingga pemberian pendidikan yang merata di kota maupun di desa.
Semua bentuk pelayanan ini dilakukan negara bukan untuk mencari keuntungan tetapi semata-mata untuk mengurusi kebutuhan seluruh masyarakat. Hal ini dilakukan atas dasar keimanan dan tanggung jawab karena akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya.” (HR. Bukhari)
Selain itu, dengan penerapan aturan Islam yang sempurna dan menyeluruh akan melahirkan individu-individu yang taat dan tunduk pada aturan Allah SWT. Sehingga para pelaku bisnis tidak hanya memikirkan untung rugi, melainkan halal haram.
Hal ini sangat berbeda dengan sistem kapitalisme saat ini, yang menjadikan kesehatan dan nyawa manusia sebagai komoditas bisnis. Selain itu, salah satu fungsi syariat-Nya adalah menjaga jiwa manusia.
Sehingga ketika terjadi wabah atau penyakit menular atau fenomena kematian yang misterius, maka negara akan segera bertindak.
Dengan melakukan riset terkini. Riset tentang standar pengobatan, instrumen dan obat-obatan terbaik bagi kesembuhan dan keselamatan jiwa pasien. Setelah ditemukan negara akan memproduksinya dan memberikan secara cuma-cuma kepada pasien tanpa memungut biaya sepeser pun.
Inilah bentuk penjagaan jiwa manusia dan jaminan seluruh kebutuhan masyarakat dalam Islam. Dan ini hanya akan terwujud manakala syariat-Nya dijadikan pengatur dalam segala aspek kehidupan. Wallahu a’lam. (*)
Penulis: Hamsina Halik (Pegiat Literasi)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.












