Tantangan Kehidupan Bermahasiswa
Kehidupan dalam kampus tentu memiliki tantangan yang sangat besar. Kondisi sosial politik dalam kampus terkadang menghasilkan iklim yang tidak sehat mulai dari proses perekrutan atau ospek mahasiswa baru yang kerap kali mereproduksi kekerasan antara senior dan junior yang kemudian menjadi kebudayaan yang akan diwariskan dari generasi ke genarasi.
Hal tersebut kemudian bertolak belakang dengan apa yang selalu diteriakkan oleh mahasiswa tentang penindasan disisi lain mereka menindas juniornya.
Selain itu terkadang kepentingan politik dalam kampus yang kemudian menciptakan konflik yang berujung pada aksi tawuran. Hal tersebut yang kemudian mendegradasi nilai-nilai humanistik dalam kehidupan dalam kampus. dari konflik ini yang kemudian melahirkan sekat-sekat diantara mahasiswa dan terjadi hubungan yang tidak harmonis dalam kehidupan kampus.
Akibatnya gerakan-gerakan perjuangan yang dilakukan oleh mahasiswa hanya sebatas gerakan politik identitas bukan gerakan politik nilai yang selama ini kita idealkan.
Dengan tantangan seperti ini Trilogi Persaudaraan harusnya menjadi fondasi mahasiswa dalam menjalan dimensi kehidupan dalam kampus dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan dilandasi nilai-nilai kemanusiaan tentu akan manjadikan kehidupan kampus yang moderat sehingga tercipta kehidupan kampus yang damai dan tentram. Sehingga apa gerak perjuangan yang dilakukan oleh mahasiswa selalu satu dan memiliki banyak pengikut.
Referensi:
(dkk.), S. A. (2022). Rhizoma Inteligensia Problematika Keindonesiaan dalam Ragam Perspektif. Makassar: Liblitera Press.
Kusumah, I. (2007). Risalah Pergerakan Mahasiswa. Bandung: Percik Percetakan.
Nasurung, M. F. (2021). Agama Untuk Kemanusiaan Khazanah Moderasi Beragama dan Isu-Isu Kontemporer. Gowa: Alauddin University Press.
Nuriana, I. (2015). REPRODUKSI KEKERASAN DALAM RELASI ANTARA MAHASISWA SENIOR DAN MAHASISWA JUNIOR. Universitas Airlangga, 1-17.
Shihab, N. (2022). 20 Tahun Timor Leste: Cerita Setelah Merdeka. Mata Najwa. (*)
Penulis: Indra Lesmana (Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Makassar dan Menteri Riset dan Pengembangan Wacana BEM FEB UNM)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













