PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam •
News

Untuk Penghematan, Presiden Jokowi Geser Belanja Barang Dan Belanja Aparatur

435
×

Untuk Penghematan, Presiden Jokowi Geser Belanja Barang Dan Belanja Aparatur

Sebarkan artikel ini

MEDIASULSEL.com,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, perintahnya agar semua kementerian/lembaga (K/L) melakukan penghematan besar-besaran sebenarnya tidak disampaikan pada tahun ini saja. Pada anggaran tahun lalu pun, perintah tersebut juga sudah pernah disampaikannya.

“Agar apa? Agar supaya belanja modalnya bisa lebih besar,” kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai bersama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melakukan konperensi pers bersama usai keduanya memimpin pertemuan bilateral delegasi kedua negara, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/4) sore.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat memberikan pengantar pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Presiden Jokowi meminta dilakukan penghematan besar-besaran di seluruh K/L.

“Saya kira banyak sekali biaya-biaya yang bisa dipotong, banyak sekali biaya-biaya yang bisa dihemat, dan itu bisa dilarikan pada belanja modal. Lihatlah lagi yang 2017 maupun nanti yang 2018,” pinta Presiden Jokowi saat itu.

Mengenai penghematan besar-besaran itu, Presiden menjelaskan, yang dilakukan adalah menggeser belanja barang, belanja aparatur untuk masuk kepada belanja modal, sehingga belanja pembangunan, belanja yang bisa dirasakan oleh rakyat itu bisa lebih besar.

“Oleh sebab itu, saya kemarin memerintahkan kepada seluruh menteri dan lembaga untuk dicek satu per satu secara detil di satuan 3 (tiga_-nya, mana yang kira-kiranya rutinistas, mana yang kiranya yang tidak bermanfaat langsung coret masukan ke belanja modal,” terang Presiden.

Ditambahkan Presiden, silakan belanja modal itu digunakan juga di kementerian itu bukan digeser ke kementerian lain, tapi ia minta masuk ke belanja modal. (*/4ld)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com