JENEPONTO—Tertanggal 9 Februari 2023, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai memberikan mandat surat keputusan (SK) kepada Vonny Ameliani Suardi untuk menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Jeneponto. Sedangkan, SK diterima melalui DPD Gerindra Sulsel pada tanggal 17 Februari 2023, di rumah pemenangan Presiden, di Makassar.
Dalam surat keputusan (SK) ditandatangani langsung Dewan Pembina/Ketua Umum, Prabowo Subianto dan Sekjen, Ahmad Muzani, itu dijelaskan dari poin satu sampai empat soal pergantian pucuk pimpinan partai Gerindra Jeneponto, sesuai berita yang terbit sebelumnya.
Kepada Mediasulsel.com, Kamis (23/2/2023), Vonny Ameliani Suardi yang sebelumnya merupakan pengurus DPD Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan, ini adalah amanah dan perintah partai, sehingga dirinya berjanji membesarkan partai di Kabupaten Jeneponto.
“Kita memang di Partai Gerindra sistemnya satu garis komando, jadi apapun yang ditugaskan oleh DPP Partai Gerindra maka kami sebagai kader wajib hukumnya untuk melaksanakan apapun perintah partai,” ungkapnya, di kediamannya di Bontosunggu, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Kata Vonny Ameliani Suardi, bahwa mungkin pertimbangan DPP Partai Gerindra adalah pertimbangan penyegaran menjelang Pilcaleg dan Pilpres. “Mungkin itu tujuan utamanya dari DPP Partai Gerindra,” tambahnya.
Menurutnya lagi, itu pertimbangannya agar masing-masing fokus dan masing-masing berhasil untuk mencapai tujuan kedepannya.
“Jadi, itu sih memang sepertinya ya pertimbangan dari DPP. Karena kami juga diberikan mandat dan tugas ya itulah yang kami terima dan laksanakan sebagai kader,” kata isteri dr. Isradi Febrianto Syafruddin, S. Ked putra mantan Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin.
Lanjutnya, pada saat di kader di Hambalang oleh Ketua Umum, Prabowo Subianto, bahwa memang seluruh kader berjanji, apapun menjadi perintah partai akan tetap dilaksanakan.
“Apalagi menjelang Pilcaleg dan Pilpres pasti partai butuh penyegaran. Sehingga, kemarin saya ditugaskan sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Jeneponto. Jadi, dinamika pergantian ketua dalam partai politik, kepemudaan, organisasi masyarakat itu kan biasa terjadi pergantian pimpinan,” ujarnya.
Ia mengaku sebelum turun SK, pernah mendengar adanya isu pergantian pimpinan. “Dan sebetulnya jujur, saya dari tahun lalu, itu saya ditawarkan oleh DPD Provinsi, katanya mau nggak jadi ketua DPC. Karena memang kemarin DPD menempatkan anggota-anggota dewan Provinsinya untuk jadi ketua DPC cuma waktu itu saya tolak. Dalam artian,” akunya.
“Bahkan, sampai dua kali ditawarkan DPD Provinsi tapi saya tolak. Kalau Ini langsung dari DPP, takutnya kita dianggap tidak patuh dengan perintah partai. Maka ketika keluar SK dari DPP tapi tidak kaget oh ya pernah saya dengar sebelumnya. Karena kami di Gerindra itu ketua DPC anggota dewan Provinsi seperti di Luwu, Soppeng anggota dewan Provinsi semua jadi ketua,” terangnya.
Vonny menambahkan, partai Gerindra selalu terbuka bagi siapa saja. “Apalagi prinsipnya pak Prabowo bilang, jangan saling meniadakan. Untuk itu, kami tetap membuka ruang bagi kader dan pengurus, karena tujuan kami sama untuk membesarkan partai. Hasil kerja pengurus sebelumnya harus kita apresiasi. Jadi, memang ini dinamika aja dalam hal organisasi, apalagi organisasi politik,” kata Vonny.
Demi membesarkan partai Gerindra, ia berharap hubungan kerjasama dengan seluruh kader Gerindra agar solid secara bersama-sama membesarkan Partai Gerindra, khususnya di DPC Partai Gerindra Kabupaten Jeneponto. (*)











